Sekilas Tentang Fikes

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JENDERAL JENDERAL SOEDIRMAN

 

1. Latar Belakang

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman merupakan salah satu Fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik tingkat sarjana (S1) dan profesi dalam seperangkat cabang ilmu – ilmu kesehatan meliputi cabang ilmu keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat, gizi dan pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi  serta cabang – cabang ilmu kesehatan lainnya yang akan dibentuk kemudian.

Fikes Universitas Jenderal Soedirman saat ini telah menyelenggarakan pendidikan untuk 5 (lima) cabang ilmu kesehatan yang terdiri dari 3 (tiga) Jurusan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Farmasi, serta 2 (dua) Program Studi yaitu Program Studi Ilmu Gizi dan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi.

Disamping penyelenggaraan pendidikan di tingkat sarjana (S1), Fikes Universitas Jenderal Soedirman juga telah menyelenggarakan pendidikan keprofesian dalam bidang ilmu  keperawatan (profesi keperawatan yang gelar akademiknya disebut perawat/ ners) dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.

Fikes Universitas Jenderal Soedirman diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar pada peserta didik untuk menumbuhkan dan membina sikap, pengetahuan serta ketrampilan professional yang diperlukan sebagai seorang tenaga kesehatan,

baik sebagai seorang perawat, apoteker, sarjana kesehatan masyarakat, sarjana gizi maupun sarjana pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi.

Pembuatan buku pedoman ini bertujuan untuk menjadi panduan bagi mahasiswa  di lingkungan Fikes  Universitas Jendral Soedirman

Soedirman Purwokerto dalam menjalani masa pendidikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian diharapkan seluruh mahasiswa Fikes Universitas Jenderal Soedirman dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

 2. Sejarah

Pembentukan Fikes Universitas Jenderal Soedirman merupakan suatu langkah guna memfasilitasi pelaksanaan program-program kesehatan yang telah ada di Universitas Jenderal Soedirman menjadi lebih efektif dan efisien. Proses pembentukan Fikes Universitas Jenderal Soedirman ini melalui proses yang panjang dan persiapan yang matang. Pembentukan Fikes Universitas Jenderal Soedirman dipersiapkan dengan membentuk Kelompok Kerja (POKJA) yang unsur-unsurnya terdiri dari perwakilan dari setiap program/ cabang ilmu yang ada, dengan tugas untuk menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan pendirian Fikes Universitas Jenderal Soedirman, diantaranya adalah Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

Dapat diceritakan secara singkat bahwa sebelum menjadi satu fakultas, rumpun bidang Ilmu-ilmu Kesehatan diselenggarakan dalam pengelolaan sendiri-sendiri yaitu Program Sarjana Kesehatan Masyarakat, Program Sarjana Keperawatan dan Program Sarjana Farmasi.

Cikal bakal terbentuknya Fikes Universitas Jenderal Soedirman dimulai dengan berdirinya FKIK yang terdiri dari Program Pendidikan Dokter berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No 308/D/T/2001 tanggal 25 September 2001 dan Program Sarjana Kesehatan Masyarakat (Ijin Dikti No. 2798/D/T/2001 tanggal 30 Agustus 2001). Selanjutnya, 4 (empat) tahun kemudian dibuka juga Program Sarjana Keperawatan dan Program Sarjana Farmasi sesuai dengan SK Dirjen Dikti Nomor: 598/D/T/2005, tanggal 2 Maret 2005. Program-program yang ada tersebut ini dalam pendiriannya dipersiapkan dengan langkah yang bertahap dan matang melalui kegiatan lokakarya yang dilakukan oleh masing-masing POKJA dengan bimbingan dan arahan dari Konsorsium Ilmu-ilmu  Kesehatan Indonesia, dengan perencanaan ke depan menjadi satu Fakultas.

FKIK Universitas Jenderal Soedirman dibentuk dengan ijin dari Dirjen Dikti Nomor : 3833/D/T/2006 tanggal 9 Oktober 2006, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan terbitnya Keputusan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Nomor: Kept 122/H23/OT/2007 tentang Pembentukan FKIK Universitas Jenderal Soedirman dan SK Rektor Nomor: Kept 123/H23/OT/ 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja FKIK Universitas Jenderal Soedirman.

Secara resmi FKIK telah mulai berjalan dan berfungsi dengan terbitnya SK Rektor tersebut dan terbitnya SK Rektor Nomor: Kept 158/H23/KP/2007 tanggal 5 Mei 2007 tentang Pengangkatan Dekan FKIK Unsoed, yang diikuti dengan pengangkatan Pembantu Dekan (PD) I, II dan III berdasarkan Keputusan Rektor Nomor: Kept 185/H23/KP/2007, yang pelantikannya dilakukan pada tanggal 3 Juli 2007 bersamaan dengan pelantikan unsur organisasi dan tata kerja yang lainnya yaitu Kepala bagian tata usaha dan 4 (empat) Kepala Sub Bagian serta Pengelola di semua Jurusan (Jurusan Kedokteran, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Farmasi, serta Program Studi Kedokteran Gigi).

 

Kedudukan FKIK Universitas Jenderal Soedirman semakin kuat dengan dikeluarkannya Permendiknas Nomor 25 tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Jenderal Soedirman, Pasal 10 ayat (3) Permendiknas tersebut menyatakan FKIK Universitas Jenderal Soedirman sebagai salah satu fakultas di Universitas Jenderal Soedirman. Susunan Organisasi dan Tata Kerja FKIK Universitas Jenderal Soedirman juga telah diperbarui dengan SK Rektor Universitas Jenderal Soedirman nomor : 316/H23/OT/2009.

Berdirinya Fakultas ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 1600/UN23.OT.01/2014 Tentang Penetapan Fakultas-fakultas Baru. Dengan dasar tersebut maka secara de facto Fikes berdiri dengan membawahi bidang ilmu-ilmu kesehatan dan Profesi sebagai berikut :

  1. Kesehatan Masyarakat (Kesmas)
  2. Keperawatan
  3. Farmasi
  4. Progi Gizi
  5. Prodi Pendidikan Jasmani.

Sebagai fakultas baru, Fikes yang saat itu belum memiliki gedung sendiri, menginduk di salah satu ruangan di gedung Magister Manajemen (MM) dari tahun 2014 s/d 2017. Akhir 2017 pembangunan gedung Dekanat FIKES selesai, dan awal 2018 FIKES menempati gedung dekanat baru hingga sekarang.

FIKES Gelar Angkat Sumpah Profesi Kesehatan Masyarakat

Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan acara Angkat Sumpah Ahli Kesehatan Masyarakat bagi para lulusan Jurusan Kesehatan Masyarakat sebanyak 55 orang yang akan menjadi tenaga ahli kesehatan masyarakat, pada hari Jum’at (20/09) di Aula Dekanat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Kampus Karangwangkal. Acara yang dimulai pukul 8 pagi dan dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Ketua Alumni Kesehatan Masyarakat, Pimpinan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes), serta para dosen ini berlangsung khidmat dan meriah.

Bapak Taufik Kurachman, S.KM., M.Kes selaku Ketua Pengurus Daerah IAKMI Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih terdapat berbagai masalah kesehatan khususnya di Provinsi Jawa Tengah, seperti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemberian ASI Eksklusif, stunting, obesitas, serta masalah kesehatan lingkungan seperti rendahnya pengelolaan sampah plastik dan limbah makanan. Oleh karena itu, Beliau menghimbau agar para ahli kesehatan masyarakat yang baru diangkat sumpah ini dapat terus meningkatkan pengetahuannya terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 sehingga mereka dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang ada. Beliau juga berpesan agar para ahli kesehatan masyarakat ini dapat selalu menguatkan promotif dan preventif serta menjadi teladan bagi masyarakat dengan terus berupaya untuk selalu menjaga kesehatan seperti tidak merokok dan menjaga pola hidup yang sehat. Dengan demikian, Beliau berharap kedepannya akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang saat lanjut usia tetap sehat, bugar, dan produktif, karena menjadi tua adalah sebuah keniscayaan, namun menjadi tua dalam keadaan sehat, bugar, dan produktif adalah pilihan.

Bapak Dr. Saryono, S.Kp., M.Kes selaku Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed menyatakan harapannya agar para ahli kesehatan masyarakat yang telah diangkat sumpah ini dapat terus meningkatkan pengetahuannya serta selalu memiliki keinginan untuk belajar agar nantinya dapat berkontribusi dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat di negeri ini (Aisyah Apriliciciliana Aryani).

KESMAS Gelar Workshop Penyusunan Soal Uji Kompetensi Terbaru

Dalam upaya meningkatkan kemampuan dosen Jurusan Kesmas, FIKES Unsoed dalam penyusunan soal Uji kompetensi dengan blue print terbaru, maka pada Hari Sabtu, 4 Mei 2019 telah diselenggarakan Workshop Penyusunan Soal Uji Kompetensi. Hadir dalam acara tersebut, Narasumber yakni Ir. Suyatno, M.Kes dari Universitas Diponegoro yang menyampaikan materi tentang tehnis penyusunan soal ujian kompetensi dengan blue print terbaru. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang I FIKES yakni Dr.sc.hum. Budi Aji, SKM, M.Sc dengan ketua pelaksana Nur Ulfah, SKM., M.Sc. Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat dosen Jurusan Kesmas harus mempunyai kemampuan untuk dapat menyusun soal uji kompetensi dengan baik. Ujian kompetensi dilakukan guna menjamin lulusan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat yang kompeten dan terstandar secara nasional. Uji kompetensi merupakan suatu proses untuk mengukur pengetahuan,keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Sertifikat kompetensi juga dibuat sebagai tanda pengakuan kompetensi tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik di seluruh Indonesia.

Acara yang dipandu oleh moderator Arif Kurniawan, SKM., M.Kes berjalan dengan interaktif. Pada sesi pertama, narasumber memaparkan tujuan dan kisi kisi penyusunan soal uji kompetensi dengan blue print terbaru. Kemudian pada sesi berikutnya, peserta workshop diberikan waktu untuk berlatih membuat soal uji kompetensi sesuai dengan teori yang telah dipaparkan oleh nara sumber. Setelah itu, ada sesi presentasi hasil penyusunan soal uji kompetensi oleh masing masing bidang peminatan Kesmas untuk kemudian ditelaah dan diberi masukan oleh narasumber. Luaran dari kegiatan ini yakni setiap dosen dapat membuat dan menyetorkan naskah soal uji kompetensi di akhir acara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dosen serta juga nantinya dapat meningkatkan kompetensi lulusan Jurusan Kesmas Unsoed **