Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Workshop Sinkronisasi Penilaian Student dan Patient Safety dalam Kurikulum sebagai Upaya Peningkatan Mutu Prodi Pendidikan Profesi Dietisien

    • 23,Jun 2026
    • Posted By : Dyah Umiyarni Purnamasari
    • 0 Comments
    • ilmu gizi
    • jurusan ilmu gizi
    • prodi profesi dietisien unsoed
    • workshop

    Pada hari Selasa, tanggal 23 Juni 2026, Prodi Profesi Dietisien Jurusan Ilmu Gizi FIKES Unsoed menyelenggarakan Workshop Sinkronisasi Penilaian Student dan Patient Safety dalam Kurikulum sebagai Upaya Peningkatan Mutu Prodi Pendidikan Profesi Dietisien sebagai persiapan akreditasi 2026. Ketua Jurusan Ilmu Gizi Dr. Erna Kusuma Wati, SKM, MSi memberikan sambutan  dalam workshop. Adapun Dekan Dekan FIKES Unsoed Prof. Dr.Sc. Budi Aji, SKM, MSc memberi sambutan sekaligus membuka workshop.

     

    “Semua mahasiswa dapat lulus pada tahun pertama ini tanpa Retaker” demikian harapan  dari Dekan FIKES.

    Workshop ini selain diikuti oleh seluruh dosen di Jurusan Ilmu Gizi Unsoed, juga mengundang para perseptor (pembimbing lahan praktik) baik Rumah Sakit, Puskesmas dan Catering serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam pendidikan profesi dietisien.

     

    Selanjutnya dilakukan pengisian materi disampaikan oleh Prof.Dr.Susetyowati, DCN,M.Kes ,  yang merupakan ahli di bidang Clinical Nutrition dari Universitas Gadjah Mada.  Prof. Dr. Susetyowati menyampaikan dua topik yaitu : “Sinkronisasi Penilaian, Student dan Patient Safety dalam Kurikulum sebagai Upaya Peningkatan Mutu Program Profesi Dietisien”,  serta topik kedua berjudul: “Implementasi dan Evaluasi Penerapan Patient & Student Safety dalam Praktik Profesi Dietisien.”

    “Capaian pembelajaran itu harus  terukur dan dinilai. Profesi  Dietisien itu penilaian pada level 3 dan 4 yaitu  mendemonstrasikan  dan melakukan,” arahan dari Prof.Dr.Susetyowati, DCN, M.Kes.

    Pada sesi kedua, Prof. Susetyowati  menekankan pentingnya budaya keselamatan baik bagi pasien maupun mahasiswa selama proses pembelajaran dan praktik profesi. Konsep keselamatan tidak hanya diterapkan di rumah sakit sebagai lahan praktik, tetapi juga harus menjadi bagian dari budaya akademik di lingkungan kampus. Focus Group Discussion dipimpin oleh Ibnu Zaki, S.Gz, M.Gizi, RD.  Diskusi menyoroti pentingnya penyusunan sistem penilaian yang selaras dengan capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan. Prof. Susetyowati menjelaskan bahwa penyusunan blueprint penilaian harus merujuk secara berjenjang mulai dari tingkat universitas, fakultas, jurusan hingga program studi sehingga menghasilkan sistem evaluasi yang terstandar dan terukur. Selain itu, aspek yang dinilai harus berfokus pada ketercapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dengan skala penilaian yang konsisten. Peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan terkait implementasi metode asesmen, penggunaan Piramida Miller dalam pendidikan sarjana dan profesi, validitas serta reliabilitas instrumen penilaian, hingga mekanisme remediasi bagi mahasiswa. Narasumber menjelaskan bahwa metode asesmen berdasarkan Piramida Miller dapat diterapkan pada pendidikan sarjana maupun profesi, namun level kompetensi tertinggi lebih banyak diterapkan pada pendidikan profesi yang berorientasi pada praktik. Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah bagaimana menjaga objektivitas penilaian mahasiswa selama praktik profesi. Menanggapi hal tersebut, Prof. Susetyowati menekankan pentingnya melakukan penilaian secara berkelanjutan dan tidak menunda proses evaluasi hingga akhir praktik. Menurut beliau, penggunaan rubrik penilaian yang jelas dan konsisten akan membantu meningkatkan objektivitas serta memberikan umpan balik yang lebih efektif kepada mahasiswa. Terkait remediasi, narasumber menjelaskan bahwa tindak lanjut terhadap hasil asesmen sebaiknya dilakukan secara langsung agar mahasiswa dapat segera memperbaiki kompetensi yang belum tercapai melalui kasus atau pengalaman belajar yang berbeda. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan penyampaian kesimpulan hasil diskusi sebagai tindak lanjut peningkatan mutu Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien secara berkelanjutan. Workshop ini sangat bermanfaat menambah keilmuan  dalam hal penilaian dan penerapan Patient & Student Safety para perseptor  dan Dosen Prodi Profesi Dietisien Jurusan Ilmu Gizi FIKES UNSOED. Dengan demikian maka kualitas pembelajaran akan lebih meningkat sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang gizi.