SARJANA FARMASI

 

Sejarah Berdirinya Jurusan Farmasi

Sejarah Farmasi Unsoed dimulai dengan didirikannya Program Sarjana (PS) Farmasi berdasarkan SK Dirjen Dikti Nomor: 598/D/T/2005 pada 2 Maret 2005. Pembentukan PS Farmasi ini melibatkan banyak pihak yang membantu dalam proses yang berjalan cukup lama. Drs. Ahaditomo, M.S. (yang pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia atau ISFI) dan Prof. Dr. Ma’arifin Husin (Sekjen Konsorsium Ilmu Kesehatan), merupakan beberapa diantara yang turut membantu dalam proses pendirian PS Farmasi. Para ahli tersebut ditunjuk sebagai Pembina pembentukkan PS Farmasi di Unsoed. 

Dr.nat.techn. apt. Hendri Wasito, M.Sc

Ketua Jurusan Farmasi

Sebagai langkah awal dibentuklah Tim POKJA (Program Kerja) yang terdiri atas orang-orang yang saat ini menjadi tenaga pengajar tetap, tenaga pengajar tambahan dari PS MIPA, serta didukung oleh pihak rektorat. Oleh karena PS Farmasi Unsoed masih baru, maka pelaksanaannya langsung di bawah binaan dari Fakultas Farmasi UGM. Pada tahun 2007 Program Sarjana Farmasi diubah menjadi Jurusan Farmasi dan berada di bawah Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK). Pada tahun 2014 FKIK mengalami pemekaran menjadi 2 fakutas yaitu Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKes), dan Jurusan Farmasi berada di bawah naungan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. FIKes Unsoed terdiri dari Jurusan Farmasi, Jurusan Keperawatan, Jurusan Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Gizi, dan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

 

Untuk download Sertifikt akreditasi dan/atau SK Akreditasi Silahkan Klik pada gambar

A. Visi

Diakui secara global sebagai pusat pendidikan Sarjana Farmasi yang berbasis sumber daya dan kearifan lokal pada tahun 2030

B. Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan sarjana farmasi yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan teknologi untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing di tingkat global.
  2. Mengembangkan penelitian kefarmasian berbasis sumber daya dan kearifan lokal.
  3. Mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat dan transfer IPTEKS untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan.
C. Unggulan
Keunggulan Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker Universitas Jenderal Soedirman adalah penyelenggaraan pendidikan kefarmasian yang:
  1. Menginternalisasikan nilai kearifan dan ketangguhan lokal ala Jenderal Soedirman yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata.
  2. Mengintegrasikan ilmu kefarmasian dengan kekayaan sumber daya alam lokal, khususnya tanaman obat dan produk alam tropis.
  3. Berbasis pada pemahaman mendalam mengenai health seeking behaviour masyarakat Indonesia, termasuk konteks pedesaan.
  4. Peka terhadap profil penyakit yang khas di Indonesia dan mampu merancang solusi farmasi yang relevan dan berdampak.
  5. Berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pendekatan pelayanan, penelitian, dan inovasi berbasis lokal menuju pengakuan global.

Gambar Roadmap Penelitian Jurusan Farmasi

Tabel Indikator Kinerja Penelitian Jurusan Farmasi

Gambar Roadmap Pengabdian Jurusan Farmasi

Tabel Indikator Kinerja Pengabdian Jurusan Farmasi

DOWNLOAD :

  1. NASKAH RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENELITIAN 
  2. NASKAH RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PENGABDIAN 
  3. ROADMAP PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

Profil Lulusan

Profil lulusan sarjana farmasi merujuk pada nine stars pharmacist, yaitu:

  1.  Sebagai care giver (pemberi layanan), yang diharapkan:
    • Memiliki kepedulian dalam memberi pelayanan kefarmasian kepada pasien dan masyarakt luas melalui interaksi secara langsung.
    • Mampu memberikan pelayanan kefarmasian sesuai dengan prosedur dan kewenangannya.
  2. Sebagai decision maker (pembuat keputusan):
      • Mampu menentukan keputusan dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif secara mandiri dan kelompok.

    < li>Mampu mengambil keputusan yang tepat dan terukur terkait dengan pekerjaan kefarmasian

  3.  Sebagai communicator, diharapkan:
    • Mampu berkomunikasi yang baik sehingga pelayanan kefarmasian dapat berjalan dengan baik.
    • Mampu membangun hubungan interpersonal yang baik dengan berbagai pihak.
    • Mampu menjadi sosok yang interaktif dalam komunikasi dengan pasien dan masyarakat luas.
  4.  Sebagai educator (pendidik), diharapkan
    • Mampu memberikan edukasi secara efektif di bidang kefarmasian
    • Mampu menjadi seorang pembimbing dan pendidik untuk pasien dan masyarakat terkait ilmu kefarmasian dan mengenai ilmu kesehatan.
    • Mampu menjadi pendidik bagi pasien, masyarakat luas, dan tenaga kesehatan lain yang membutuhkan informasi terkait ilmu farmasi kefarmasian.
  5. Sebagai leader (pemimpin), diharapkan:
    • Mampu menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian.
    • Mampu menjadi pemimpin yang jujur, peduli, pantang menyerah dan bertanggung jawab dalam pekerjaan kefarmasian.
  6. Sebagai life long learner (pembelajar sepanjang hayat), diharapkan:
    • Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kefarmasian serta dapat meningkatkan kemampuan diri secara berkelanjutan.
    • Memiliki semangat belajar sepanjang waktu, mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian dan kesehatan yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.
  7.  Sebagai reseacher (peneliti), diharapkan:
    • Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk berkarya di bidang kefarmasian.
    • Mampu menerapkan konsep-konsep teori terkait ilmu kefarmasian untuk pengembangan riset-riset farmasi dan kesehatan.
      • Sebagai manager (pengelola), diharapkan mampu memiliki kemampuan manajemen yang baik.
      • Sebagai enterpreneur (wirausaha), diharapkan mampu berwirausaha di bidang kefarmasian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Struktur kurikulum sarjana farmasi dijadwalkan selama 8 (delapan) semester, yang dapat diselesaikan dalam 7 (tujuh) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester.

Kurikulum Program Studi Sarjana Frmasi

Struktur kurikulum sarjana farmasi dijadwalkan selama 8 (delapan) semester, yang dapat diselesaikan dalam 7 (tujuh) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester.

Kurikulum Program Studi Sarjana Frmasi

Silahkan Download disini!