Info Detail
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
PURWOKERTO – Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) sukses menggelar kuliah tamu Teknologi Farmasi. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta ini mengangkat tema krusial dalam dunia kesehatan modern, yakni “Pengembangan Sistem Penghantaran dan Penargetan Vaksin: Dari Pengembangan Empiris hingga Desain Rasional”. Kuliah tamu ini menghadirkan pakar teknologi nanopartikel, Luqman ‘Abdan Syakuran (PhD Student University Of Pecs, Hungaria), sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Luqman membuka wawasan audiens dengan menilik kembali lembaran sejarah evolusi vaksin dunia. Ia menceritakan bagaimana manusia pada abad ke-7 di India secara empiris mencoba mendapatkan kekebalan dengan meminum bisa ular. Praktik tersebut terus berkembang hingga munculnya metode variolasi di China pada abad ke-10 yang menggunakan keropeng bubuk cacar , hingga penemuan legendaris vaksin smallpox berbasis cowpox oleh Edward Jenner pada tahun 1798 , serta pengembangan vaksin BCG oleh Calmette dan Guerin yang memakan waktu hingga 13 tahun.
“Dahulu, pengembangan vaksin dilakukan secara empiris, yaitu dengan mencoba-coba (trial and error). Namun sekarang, dunia farmasi telah bergeser ke arah Rational Vaccine Design (Desain Vaksin Rasional)—di mana kita merancang vaksin secara presisi berdasarkan pemahaman mendalam tentang imunologi dan teknologi penghantaran target,” ujar Luqman dalam sesinya.

Kuliah tamu ini mengupas secara mendalam berbagai jenis platform vaksin yang ada saat ini, mulai dari platform konvensional seperti Live Attenuated Vaccine (pathogen hidup yang dilemahkan) dan Inactivated Vaccine (pathogen yang dimatikan) , hingga platform modern seperti Viral Vector Vaccine dan Vaksin Asam Nukleat (DNA & RNA).
Luqman menggarisbawahi bahwa vaksin berbasis mRNA memiliki potensi yang sangat kuat dalam memicu respons imun humoral dan selular. Namun, platform ini menghadapi tantangan besar karena sifat RNA yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan.
“Metode naked delivery atau menghantarkan RNA tanpa pelindung terbukti sangat tidak efektif. Di sinilah teknologi farmasi mengambil peran vital melalui pengembangan sistem penghantaran, salah satunya menggunakan lipid nanoparticle (LNP),” tambahnya.
Peran Strategis Nanopartikel dan Sistem PenargetanLebih jauh, materi kuliah beralih pada pembahasan formulasi canggih menggunakan teknologi nanopartikel berukuran optimal 50–200 nm. Sistem penghantaran berbasis nanopartikel ini dinilai revolusioner karena mampu meningkatkan stabilitas antigen, mencegah degradasi dini di dalam tubuh, serta memfasilitasi proses fagositosis oleh Antigen-Presenting Cells (APCs).
Salah satu studi kasus menarik yang dibahas adalah tantangan penggunaan Lipid Nanoparticle (LNP). Dalam tubuh, LNP berisiko bocor dari titik injeksi ke aliran darah, yang berpotensi memicu hepatotoksisitas di organ hati. Sebagai solusinya, para ilmuwan farmasi kini mengembangkan modifikasi inovatif berupa penambahan albumin-binding lipid , serta pemanfaatan ligan khusus seperti manosa untuk menargetkan sel dendritik secara spesifik agar respons imun yang dihasilkan jauh lebih kuat.
Rute Administrasi dan Masa Depan Manufaktur VaksinTidak hanya soal formulasi, kuliah tamu ini juga menyoroti bagaimana rute pemberian vaksin memengaruhi efektivitas imun yang dihasilkan. Selain rute parenteral (suntikan) yang lazim digunakan , saat ini riset global tengah gencar mengembangkan rute mukosal (seperti oral dan nasal). Vaksinasi mukosa dinilai sangat potensial karena mampu menghentikan patogen langsung di pintu masuk infeksi (seperti saluran pernapasan) tanpa memerlukan jarum suntik , termasuk penemuan alternatif masa depan seperti edible vaccine (vaksin yang dapat dimakan).
Acara ditutup dengan pemahaman mengenai kompleksitas manufaktur vaksin yang wajib memenuhi standar ketat Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) demi menjamin keamanan konsumen.
Melalui kuliah tamu ini, Jurusan Farmasi FIKES UNSOED kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal perkembangan sains mutakhir. Diharapkan, materi desain rasional dan sistem penghantaran target ini dapat memicu motivasi para mahasiswa dan peneliti muda untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk farmasi yang aman, efektif, dan berbasis teknologi masa depan.