Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Program Studi S1 Ilmu Gizi FIKES UNSOED Menyelenggarakan Workshop Kurikulum 2026

    • 23,Jul 2026
    • Posted By : Dyah Umiyarni Purnamasari
    • 0 Comments

    Jurusan Ilmu Gizi FIKES Unsoed menyelenggarakan Workshop Kurikulum pada Selasa, tanggal 21 Juli 2026. Workshop ini diselenggarakan untuk pengembangan pendidikan S1 Ilmu Gizi FIKES Unsoed, dengan ketua panitia Ibnu Zaki, S.Gz, M.Gz, RD

    Acara dibuka dengan Sambutan dari Ketua Jurusan Ilmu Gizi FIKES Unsoed, Dr. Erna Kusuma Wati, SKM, MSi.

    “Kami sangat mengharapkan masukan dan saran dari semua yang hadir baik alumni, Rumah Sakit, BGN, Persagi  untuk membantu mereview kurikulum gizi  demi perbaikan kualitas Prodi S1 Ilmu Gizi Unsoed,” harapan dari Ketua Jurusan Ilmu Gizi.

    Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan dari Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Prof. Dr.Sc. Budi Aji, SKM, MSc.

    “Merupakan tugas dan kewajiban kita untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan jaman sesuai arah kebijakan nasional,” tegas Dekan Fikes.

    Acara selanjutnya adalah penandatangan berita acara workshop.

    Berikut adalah instasi-instansi yang ikut menandatangan berita acara pada workshop:

    (1) Dekan Fikes, (2) Hedu Fikes,(3) Ketua Jurusan Ilmu Gizi Fikes,(4). Koprodi  S1 Ilmu Gizi, (5.) Ketua kurikulum S1 Ilmu Gizi,(6.) Dinkes Banyumas,(7.) DPC Persagi Banyumas,(8.) RSUD prof. Dr. Margono soekarjo,(9.) PKM Sokaraja 1,(10.) PKM  Kalibagor, (11.) AIPGI,(12.) LPMPP, (13.) Perwakilan dosen, (14.) Perwkilan tenaga kependidikan,(15.) Perwakilan Alumni,(16.) Perwakilan mahasiswa

    Pengisian materi dipimpin oleh moderator Teguh Jati Prasetya, S.Gz, M.Si. Pemateri pertama adalah Tri Nugroho Adi, S.Sos, M.Si dari LPPMP Unsoed dengan judul: Pengembangan dan Evaluasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam Mendukung Penjaminan Mutu Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Ilmu Gizi FIKES Unsoed.

    “Standar pencapaian harus terukur. Sekarang dosen  tidak hanya menyampaikan kuliah, tapi harus juga merencanakan assesement,” jelas dari Tri Nugroho Adi, S.Sos, M.Si.

    Pengisian kedua dilakukan oleh Afina Rachma Sulistyaning, S.Gz., M.Sc Dietisien yang memaparkan kurikulum  2021 Prodi S1 Ilmu Gizi.

    Pengisian materi ketiga dilakukan oleh Dr. Nia Novita Wirawan, STP, M.Sc, dengan judul: Arah Pengembangan Kurikulum Pendidikan Gizi di Indonesia:Standar Nasional, Kebutuhan Stakeholder, dan Praktik Baik Implementasi.

    “Adanya profesi baru harus disertai kejelasan kewenangan. Kurikulum D4 teorinya 40%, praktikumnya 60%. Adapun kalau S1 teorinya 60% dan praktikumnya 40%”,jelas Dr. Nia Novita Wirawan, STP, M.Sc.

    Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Penanya pertama   (Tri Byar Wijayanti, SKM) dari  Puskesmas Kalibagor, menyarankan tentang penambahan sks mata kuliah di semester1 dan pengurangan sks di semester  3, agar ada kesempatan untuk  dapat mengulang mata kuliah untuk memperbaiki nilai. Selain itu penanya juga menyoroti  tentang kepercayaan diri mahasiswa yang dapat dilatih dengan pemberian kesempatan bergilir sebagai  ketua saat presentasi di kelas.

    Penanya kedua (Lala Sri Fadila S.Gz., MPH) dari  perwakilan dosen Prodi S1 Ilmu Gizi bertanya tentang kedalaman PKL yang harus diberikan kepada mahasiswa S1 dan perbedaannya dengan profesi dietisien.

    Penanya ketiga  (Sifa Aulia Wicaksari, S.Gz., M.Gizi, Dietisien) adalah perwakilan dosen Prodi S1 Profesi Dietisien bertanya apakah alokasi waktu teori dan praktik  juga harus didetailkan  pada profesi dietisien .

    Penanya keempat (Diva Wahyu Aji, S.Gz)  dari alumni yang sekaligus Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Somagede menyarankan  terkait  kompetensi yang harus dimiliki oleh ahli gizi yaitu  pemorsian, penyusunan menu dan HACCP yang sangat berguna saat bertugas di SPPG.

    Penanya kelima  (Annas Burhani, S.Gz., MM) dari Ketua Persagi Kabupaten Banyumas, menyarankan tentang materi kewirausahaan  dan mata kuliah manajemen sumber daya manusia karena materi-materi tersebut penting untuk peluang pekerjaan dan pengembangan diri ahli gizi.

    Pertanyaan-pertanyaan dijawab dan ditanggapi oleh pembicara Dr. Nia Novita Wirawan, STP, M.Sc serta ketua kurikulum Afina Rahma Sulistyaning, S.Gz, M.Sc.  Workshop kurikulum ini berjalan lancar dan sukses menghasilkan berbagai rekomendasi untuk  perbaikan kurikulum Prodi S1 Ilmu Gizi.

    Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman  dan Prodi S1 Ilmu Gizi dalam berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut diwujudkan terutama melalui Tujuan 3 (Good Health and Well-being), yaitu meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dengan mengupayakan peningkatan kompetensi lulusan. Selain itu juga Tujuan 4 (Quality Education), dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu melalui perancangan kurikulum yang berkualitas.

    Melalui berbagai upaya tersebut, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman  dan Prodi S1 Ilmu Gizi berkomitmen menghasilkan lulusan kompeten dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.