Info Detail
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Purwokerto, 15 Juli 2026 – Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tengah melaksanakan Asesmen Lapangan dalam rangka proses akreditasi yang berlangsung pada 14–18 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses penilaian eksternal untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen akreditasi dengan implementasi penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, tata kelola, serta sistem penjaminan mutu di lingkungan Program Studi Farmasi.
Asesmen Lapangan dilaksanakan oleh tim asesor yang terdiri atas Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.Eng., Drs. apt. Fauzi Kasim, M.Kes., dan Prof. Dr. apt. Berna Elya, M.Si. Kehadiran ketiga asesor tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi komprehensif terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya, serta kerja sama yang dimiliki Program Studi Farmasi Unsoed.
Rangkaian asesmen diawali pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan kunjungan ke wahana praktik di Kota Semarang. Dalam kunjungan tersebut, tim asesor melakukan verifikasi terhadap pelaksanaan kerja sama dengan mitra praktik sekaligus meninjau secara langsung proses pembelajaran berbasis praktik yang menjadi salah satu komponen penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa. Selain melihat ketersediaan sarana dan prasarana, asesor juga berdiskusi dengan pengelola wahana praktik mengenai sistem pembimbingan, mekanisme evaluasi, serta kontribusi wahana praktik dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan.

Pada Rabu, 15 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang disampaikan oleh Prof. Yunita Sari, S.Kep., Ns., MHS., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Yunita menjelaskan profil dan perkembangan Fakultas Ilmu Kesehatan, tata kelola UPPS, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal, capaian kinerja tridarma, inovasi yang telah dikembangkan, serta strategi peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan klarifikasi bersama tim asesor untuk mendalami berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola institusi.

Melalui proses asesmen ini, Program Studi Farmasi Universitas Jenderal Soedirman menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan. Asesmen Lapangan tidak hanya menjadi bagian dari proses akreditasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan refleksi untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan layanan kepada mahasiswa, memperluas jejaring kerja sama, serta menghasilkan lulusan farmasi yang unggul, profesional, dan mampu menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Asesmen Lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 18 Juli 2026 dengan agenda verifikasi berbagai standar akreditasi melalui telaah dokumen, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta peninjauan fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran. Seluruh sivitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman berkomitmen mendukung kelancaran seluruh rangkaian asesmen sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan tinggi farmasi yang berkualitas dan berdaya saing