Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Pre-BSM INAHEA 2026: Workshop Global Burden of Disease Dorong Publikasi Ilmiah Bereputasi Internasional

    • 27,Jul 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments
    • biennial scientific meeting
    • bsm inahea
    • budi aji
    • fikes unsoed
    • inahea
    • pakar ekonomi kesehatan
    • publikasi internasional
    • workshop globar burden of diseases

    Purwokerto – Upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah berbasis data global menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Pre-BSM Workshop The 9th Biennial Scientific Meeting (BSM) Indonesian Health Economics Association (INAHEA) 2026. Bertempat di Aula Dekanat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Kamis (23/7/2026), workshop bertajuk “Crafting Global Burden of Disease Manuscripts for World Class Journals” sukses diselenggarakan dan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Jenderal Soedirman serta institusi mitra. Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memanfaatkan data Global Burden of Disease (GBD) sebagai dasar penyusunan manuskrip ilmiah berkualitas untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

    Workshop menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam penelitian epidemiologi dan jejaring Global Burden of Disease, yaitu Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc. dari Universitas Jenderal Soedirman dan Dr. dr. Kurnia Dwi Artanti, M.Sc. dari Universitas Airlangga. Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual, tetapi juga berdiskusi mengenai strategi membangun kolaborasi riset internasional dan meningkatkan peluang publikasi pada jurnal bereputasi.

    Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc. melalui materi “Introduction to the Global Burden of Disease (GBD): Understanding the Global Health Research Network.” Pada sesi ini peserta diperkenalkan pada Global Burden of Disease sebagai jejaring riset kesehatan global yang menghasilkan data komprehensif mengenai beban penyakit, faktor risiko, serta indikator kesehatan di berbagai negara. Narasumber juga menjelaskan bagaimana jejaring GBD membuka peluang kolaborasi internasional bagi akademisi Indonesia dalam menghasilkan penelitian yang berdampak luas.

    Selanjutnya, Dr. dr. Kurnia Dwi Artanti, M.Sc. menyampaikan materi “Understanding the Global Burden of Disease Framework” yang membahas konsep dasar burden of disease, indikator utama seperti Disability-Adjusted Life Years (DALYs), Years of Life Lost (YLLs), dan Years Lived with Disability (YLDs), serta pemanfaatannya dalam analisis prioritas masalah kesehatan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana data GBD dapat digunakan untuk mendukung perencanaan program kesehatan dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan kebijakan.

    Pada sesi berikutnya, peserta diajak mengeksplorasi GBD Compare Visualization, sebuah platform visualisasi data interaktif yang memungkinkan peneliti menganalisis pola penyakit, faktor risiko, serta tren kesehatan lintas wilayah dan periode waktu. Melalui sesi praktik ini, peserta mempelajari teknik membaca, mengeksplorasi, dan menginterpretasikan data GBD sebagai sumber data sekunder yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan publikasi pada jurnal bereputasi internasional.

     

    Workshop ditutup dengan materi “Becoming a GBD Collaborator: Opportunities and the Role of Co-authorship in Global Health Research” yang kembali disampaikan oleh Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai peluang menjadi bagian dari jejaring kolaborator Global Burden of Disease, mekanisme kerja sama penelitian internasional, serta pentingnya co-authorship dalam membangun jejaring akademik global dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia.

    Suasana workshop berlangsung interaktif dengan diskusi aktif antara narasumber dan peserta mengenai pemanfaatan data GBD dalam berbagai bidang penelitian kesehatan masyarakat, epidemiologi, ekonomi kesehatan, hingga kebijakan kesehatan. Peserta juga didorong untuk mulai mengembangkan ide penelitian berbasis data GBD yang dapat dikembangkan menjadi manuskrip ilmiah dan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.

    Sebagai salah satu rangkaian Pre-BSM Workshop INAHEA 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman bersama Indonesian Health Economics Association (INAHEA) dalam meningkatkan kapasitas dosen, peneliti, dan akademisi Indonesia di bidang penelitian berbasis data global. Melalui workshop ini diharapkan semakin banyak publikasi ilmiah berkualitas yang mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung pengambilan kebijakan kesehatan berbasis bukti di Indonesia.