Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Kuliah Tamu Kesehatan Masyarakat UNSOED membahas Penyakit dan Gangguan Kesehatan pada Pekerja Perkantoran

    • 19,Sep 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments

    Purwokerto, 15 September 2026 – Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Penyakit dan Gangguan Kesehatan pada Pekerja Perkantoran”, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Yuliani Setyaningsih, S.KM., M.Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sebagai narasumber. Kuliah tamu turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FIKes UNSOED dan diikuti mahasiswa angkatan 2024 serta mahasiswa peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) angkatan 2023.

    Kuliah tamu turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNSOED, di antaranya Dekan FIKes Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc., Wakil Dekan 1 Prof. Yunita Sari, S.Kep., Ns., MHS., Ph.D., serta Koordinator Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Arrum Firda Ayu Maqfiroch, S.KM., M.Kes. Dalam sambutannya, Prof. Yunita Sari menekankan pentingnya mahasiswa memahami risiko kesehatan yang muncul seiring berkembangnya pola dan aktivitas kerja modern. Lingkungan perkantoran yang sekilas terlihat relatif aman tetap memiliki berbagai potensi risiko kesehatan yang perlu dikenali, dicegah, dan dikendalikan.

    Dalam pemaparannya, Prof. Yuliani menjelaskan sejumlah gangguan kesehatan yang kerap dialami pekerja perkantoran. Beberapa di antaranya adalah gangguan muskuloskeletal akibat posisi kerja yang kurang ergonomis, kelelahan kerja, gangguan akibat penggunaan komputer dalam waktu lama, serta berbagai faktor psikososial di tempat kerja. Sesi diskusi berlangsung aktif. Salah satu mahasiswa peminatan K3 angkatan 2023 Kesmas FIKes Unsoed, Regita Dwi Andini, bertanya tentang tantangan ergonomi pada pola kerja hybrid dan Work From Anywhere (WFA), terutama ketika pekerja menggunakan meja, kursi, dan perangkat kerja yang kurang sesuai. Prof. Yuliani menjelaskan bahwa perusahaan tetap perlu memberikan panduan bekerja sehat dan aman di rumah, termasuk pengaturan posisi kerja, penggunaan meja dan kursi yang ergonomis, penempatan layar komputer, waktu istirahat, serta kebiasaan kerja yang sehat.


    Mahasiswa atas nama Ja’far Fauzan, menyoroti keluhan seperti nyeri leher, nyeri punggung, dan kelelahan mata yang sering dianggap sebagai gangguan biasa. Menanggapi hal tersebut, Prof. Yuliani menjelaskan bahwa paparan bahaya di tempat kerja kerap kurang mendapat perhatian dibandingkan masalah kesehatan lainnya, padahal dampaknya dapat berkembang menjadi gangguan yang serius. Oleh karena itu, penerapan K3 tidak seharusnya menunggu sampai keluhan muncul. Upaya pengendalian risiko perlu dilakukan sejak dini melalui kegiatan seperti inspeksi, safety patrol secara rutin, serta analisis risiko untuk mengenali dan mengendalikan potensi bahaya sebelum menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa penerapan K3 tidak hanya penting di industri berisiko tinggi, tetapi juga di lingkungan perkantoran dan pola kerja modern. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat UNSOED dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kondisi nyata di dunia kerja serta memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi dalam pengembangan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

    Pelaksanaan kuliah tamu ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui penguatan pemahaman mahasiswa mengenai risiko kesehatan kerja, ergonomi, serta pengendalian bahaya di lingkungan perkantoran, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan pekerja. Selain itu, pembelajaran mengenai penerapan K3 pada pola kerja modern menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berkelanjutan.