Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Mahasiswa Kesmas FIKes UNSOED Implementasikan Program GERTAP DBD di Desa Ciberem sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue

    • 03,Jun 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments
    • dbd di banyumas
    • intervensi lapangan
    • kampus berdampak
    • kegiatan mahasiswa kesmas
    • kesmas unsoed
    • PBL II
    • pencegahan demam berdarah
    • praktik belajar lapangan

    Purwokerto – Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang tergabung dalam Kelompok 2 Praktik Belajar Lapangan (PBL) II Tahun 2026 melaksanakan kegiatan intervensi kesehatan masyarakat bertajuk GERTAP DBD (Gerakan Ovitrap Cegah DBD) di Balai Desa Ciberem, wilayah kerja Puskesmas Sumbang II, Kabupaten Banyumas, pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan PBL I yang telah dilakukan sebelumnya melalui identifikasi masalah kesehatan, survei masyarakat, analisis faktor risiko, serta penentuan prioritas masalah kesehatan di Desa Ciberem.

    Program GERTAP DBD dirancang sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa pada kegiatan PBL I, diketahui bahwa perilaku pencegahan DBD di Desa Ciberem dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu tingkat pengetahuan masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta dukungan keluarga dalam pelaksanaan tindakan pencegahan penyakit.

    Menindaklanjuti temuan tersebut, mahasiswa bersama Pemerintah Desa Ciberem, Puskesmas Sumbang II, dan kader jumantik melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari hasil diskusi tersebut, pelatihan pembuatan ovitrap dipilih sebagai intervensi prioritas karena dinilai sederhana, murah, mudah diterapkan, dan efektif dalam membantu masyarakat mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti secara mandiri.

    Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain mahasiswa PBL II, Pemerintah Desa Ciberem, petugas Puskesmas Sumbang II, kader jumantik, serta masyarakat Desa Ciberem dengan sasaran utama ibu rumah tangga. Kelompok sasaran ini dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah serta mengendalikan tempat perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

    Pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan langsung dari Dr. Arih Diyaning Intiasari, S.KM., MPH selaku dosen pembimbing akademik dan Eka Setiawati, S.KM selaku pembimbing lapangan dari Puskesmas Sumbang II. Sementara proses evaluasi kegiatan dilakukan oleh Lu’lu Nafisah, S.KM., M.K.M sebagai dosen penguji PBL II.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari ketua kelompok mahasiswa, dosen pembimbing, perwakilan Pemerintah Desa Ciberem, serta pihak Puskesmas Sumbang II. Selanjutnya peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai DBD dan upaya pencegahannya.

    Pada sesi edukasi, mahasiswa menyampaikan materi mengenai penyakit DBD, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, faktor risiko penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan ovitrap sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

    Antusiasme peserta terlihat tinggi saat sesi praktik berlangsung. Masyarakat diberikan kesempatan untuk membuat ovitrap secara mandiri dengan pendampingan mahasiswa. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi tambahan melalui penayangan video pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai sebagai alternatif pengendalian nyamuk yang ramah lingkungan dan mudah diaplikasikan.

    Sebagai bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi program, mahasiswa juga melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah menerima edukasi dan pelatihan. Hasil kegiatan selanjutnya dituangkan dalam bentuk policy brief yang disosialisasikan kepada pemerintah desa dan stakeholder terkait sebagai rekomendasi penguatan program pencegahan DBD berbasis masyarakat di Desa Ciberem.

    Selain menilai keberhasilan pelaksanaan intervensi, kegiatan PBL II juga menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa dalam melakukan identifikasi masalah kesehatan, perencanaan program, pemberdayaan masyarakat, komunikasi kesehatan, penyusunan policy brief, hingga evaluasi program kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan.

    Melalui implementasi Program GERTAP DBD, mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKes UNSOED berharap masyarakat Desa Ciberem dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam melakukan pencegahan DBD secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat serta bebas dari risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue.