Info Detail
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Bonn, Jerman — Sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan hibah internasional, tim dari Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) mengikuti kegiatan institutional visit dan benchmarking ke sejumlah institusi strategis di Kota Bonn, Jerman, pada 18–20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan kapasitas dan pembelajaran kelembagaan dalam pelaksanaan proyek hibah yang melibatkan FIKes UNSOED dan Heidelberg Institute of Global Health (HIGH), Heidelberg University.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangka memperluas wawasan kelembagaan, memperkuat jejaring internasional, serta mempelajari praktik baik pengembangan pendidikan, penelitian, komunikasi, dan kerja sama internasional dari berbagai institusi di Jerman.
Tim yang mengikuti kegiatan terdiri atas Prof. Siwi Pramatama Mars Wijayanti, S.Si., M.Si., PhD, selaku bagian dari kerja sama FIKes UNSOED sekaligus Ketua Tim Pelaksana Proyek Kerja Sama dengan HIGH; Dr. Arih Diyaning Intiasari, SKM., MPH., juga sebagai Ketua Public Health Education Development Unit (PHEDU) Magister Kesehatan Masyarakat; Lu’lu Nafisah, SKM., MKM., yang terlibat dalam tim Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPM FIKes) sekaligus penguatan promosi Program Studi S1 dan S2 Kesehatan Masyarakat; serta Yuditha Nindya Kartika Rizqi, S.KM., MPH, sebagai bagian dari tim PHEDU. Para peserta juga merupakan bagian dari tim pelaksana kegiatan kerja sama dengan HIGH dalam rangkaian proyek tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim juga didampingi oleh tim dari Heidelberg Institute of Global Health, yaitu Shafiu Mohammed, Pauline Grys, dan Anna, yang turut memfasilitasi hubungan dan diskusi dengan institusi mitra di Bonn.
Kunjungan pertama dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan mengunjungi Deutsche Welle (DW), lembaga penyiaran internasional Jerman.
Dalam kunjungan tersebut, tim mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh bagaimana sebuah institusi internasional mengelola komunikasi publik, penyebarluasan informasi, serta penyampaian isu-isu global kepada masyarakat internasional.
Kunjungan ke DW memberikan perspektif penting bagi tim, khususnya mengenai strategi komunikasi dan diseminasi pengetahuan. Hal tersebut relevan dengan pengembangan kerja sama internasional FIKes UNSOED, terutama dalam meningkatkan visibilitas program, publikasi kegiatan, serta komunikasi hasil pendidikan dan penelitian kepada khalayak yang lebih luas.
Kegiatan di DW dipandu oleh tim dari bagian komunikasi DW dan menjadi salah satu pengalaman benchmarking yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan komunikasi institusional di lingkungan FIKes UNSOED.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Rabu, 19 Agustus 2026, melalui kunjungan ke Center for Development Research (ZEF), University of Bonn.
Dalam kunjungan ini, tim berdiskusi mengenai pengembangan riset, pendidikan, dan kolaborasi internasional dalam bidang pembangunan dan global health. Tim FIKes UNSOED bertemu dengan Prof. Ina Danquah dari ZEF University of Bonn.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai pengembangan program akademik dan penelitian lintas negara, khususnya bagaimana institusi akademik membangun kolaborasi internasional dan menghubungkan kegiatan pendidikan serta penelitian dengan berbagai isu pembangunan global.
Bagi FIKes UNSOED, kunjungan ini menjadi bagian dari proses benchmarking untuk mengidentifikasi praktik baik yang dapat diadaptasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional, termasuk penguatan program S1 dan S2 Kesehatan Masyarakat serta PHEDU.
Diskusi juga memperkuat pentingnya kolaborasi lintas institusi dan lintas negara dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan.



Pada Kamis, 20 Agustus 2026, tim melanjutkan kunjungan ke Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) atau Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan.
Kunjungan ke BMZ memberikan perspektif mengenai ekosistem kerja sama pembangunan internasional serta bagaimana berbagai aktor dan institusi dapat berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan melalui kemitraan dan kolaborasi.
Bagi tim FIKes UNSOED, pengalaman tersebut memberikan wawasan tambahan mengenai pentingnya tata kelola kemitraan, jejaring internasional, serta pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan proyek kerja sama.
Rangkaian institutional visit ini sekaligus menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung bagaimana institusi internasional membangun sistem, jejaring, komunikasi, dan kemitraan yang mendukung keberlanjutan program.
Rangkaian kunjungan ke DW, ZEF University of Bonn, dan BMZ tidak hanya menjadi kegiatan kunjungan institusional, tetapi juga bagian dari proses benchmarking dan institutional learning bagi tim pelaksana kerja sama FIKes UNSOED–HIGH.
Melalui kegiatan tersebut, tim memperoleh berbagai perspektif mengenai pengelolaan institusi, komunikasi dan diseminasi, pengembangan pendidikan dan penelitian, serta pembangunan jejaring dan kemitraan internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan program kerja sama FIKes UNSOED dengan HIGH, termasuk penguatan pendidikan kesehatan masyarakat, global health, health economics and policy, quality assurance, pengembangan kapasitas SDM, serta jejaring penelitian internasional.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses pembelajaran kelembagaan secara berkelanjutan melalui pertukaran pengalaman dan best practices dengan berbagai institusi di tingkat internasional.
Kegiatan institutional visit dan benchmarking ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan kapasitas pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan, serta SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran kelembagaan dan pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi global.
Kegiatan ini juga secara langsung mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan jejaring dan kemitraan antara FIKes UNSOED, Heidelberg Institute of Global Health, University of Bonn, Deutsche Welle, BMZ, serta berbagai institusi internasional lainnya.
Melalui proses benchmarking, pertukaran pengetahuan, dan penguatan jejaring tersebut, FIKes UNSOED terus mendorong terwujudnya pendidikan tinggi kesehatan masyarakat yang semakin berkualitas, berjejaring global, dan berdampak bagi pembangunan kesehatan berkelanjutan.
26 Mei 2026
25 Mei 2026
25 Mei 2026
25 Mei 2026
21 Mei 2026
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
We firmly believe that the internet should be available and accessible to anyone, and are committed to providing a website that is accessible to the widest possible audience, regardless of circumstance and ability.
To fulfill this, we aim to adhere as strictly as possible to the World Wide Web Consortium’s (W3C) Web Content Accessibility Guidelines 2.1 (WCAG 2.1) at the AA level. These guidelines explain how to make web content accessible to people with a wide array of disabilities. Complying with those guidelines helps us ensure that the website is accessible to all people: blind people, people with motor impairments, visual impairment, cognitive disabilities, and more.
This website utilizes various technologies that are meant to make it as accessible as possible at all times. We utilize an accessibility interface that allows persons with specific disabilities to adjust the website’s UI (user interface) and design it to their personal needs.
Additionally, the website utilizes an AI-based application that runs in the background and optimizes its accessibility level constantly. This application remediates the website’s HTML, adapts Its functionality and behavior for screen-readers used by the blind users, and for keyboard functions used by individuals with motor impairments.
If you’ve found a malfunction or have ideas for improvement, we’ll be happy to hear from you. You can reach out to the website’s operators by using the following email
Our website implements the ARIA attributes (Accessible Rich Internet Applications) technique, alongside various different behavioral changes, to ensure blind users visiting with screen-readers are able to read, comprehend, and enjoy the website’s functions. As soon as a user with a screen-reader enters your site, they immediately receive a prompt to enter the Screen-Reader Profile so they can browse and operate your site effectively. Here’s how our website covers some of the most important screen-reader requirements, alongside console screenshots of code examples:
Screen-reader optimization: we run a background process that learns the website’s components from top to bottom, to ensure ongoing compliance even when updating the website. In this process, we provide screen-readers with meaningful data using the ARIA set of attributes. For example, we provide accurate form labels; descriptions for actionable icons (social media icons, search icons, cart icons, etc.); validation guidance for form inputs; element roles such as buttons, menus, modal dialogues (popups), and others. Additionally, the background process scans all of the website’s images and provides an accurate and meaningful image-object-recognition-based description as an ALT (alternate text) tag for images that are not described. It will also extract texts that are embedded within the image, using an OCR (optical character recognition) technology. To turn on screen-reader adjustments at any time, users need only to press the Alt+1 keyboard combination. Screen-reader users also get automatic announcements to turn the Screen-reader mode on as soon as they enter the website.
These adjustments are compatible with all popular screen readers, including JAWS and NVDA.
Keyboard navigation optimization: The background process also adjusts the website’s HTML, and adds various behaviors using JavaScript code to make the website operable by the keyboard. This includes the ability to navigate the website using the Tab and Shift+Tab keys, operate dropdowns with the arrow keys, close them with Esc, trigger buttons and links using the Enter key, navigate between radio and checkbox elements using the arrow keys, and fill them in with the Spacebar or Enter key.Additionally, keyboard users will find quick-navigation and content-skip menus, available at any time by clicking Alt+1, or as the first elements of the site while navigating with the keyboard. The background process also handles triggered popups by moving the keyboard focus towards them as soon as they appear, and not allow the focus drift outside of it.
Users can also use shortcuts such as “M” (menus), “H” (headings), “F” (forms), “B” (buttons), and “G” (graphics) to jump to specific elements.
We aim to support the widest array of browsers and assistive technologies as possible, so our users can choose the best fitting tools for them, with as few limitations as possible. Therefore, we have worked very hard to be able to support all major systems that comprise over 95% of the user market share including Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera and Microsoft Edge, JAWS and NVDA (screen readers), both for Windows and for MAC users.
Despite our very best efforts to allow anybody to adjust the website to their needs, there may still be pages or sections that are not fully accessible, are in the process of becoming accessible, or are lacking an adequate technological solution to make them accessible. Still, we are continually improving our accessibility, adding, updating and improving its options and features, and developing and adopting new technologies. All this is meant to reach the optimal level of accessibility, following technological advancements. For any assistance, please reach out to