Info Detail
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Baturaden, 29 September 2026 — Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melaksanakan Pos Edukasi Kesehatan Remaja sebagai bagian dari Program PERMATA UKS di MTs Al-Masruriyah, Baturaden, Banyumas, Selasa (29/9). Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa anggota PMR/Pramuka/OSIS yang berminat menjadi kader atau penggerak UKS di lingkungan madrasah.
PERMATA UKS merupakan program Penguatan Kapasitas PMR/Pramuka sebagai Penggerak UKS melalui Edukasi Interaktif, Simulasi, dan Peer Learning. Kegiatan ini dikembangkan sebagai tindak lanjut dari baseline assessment dan Musyawarah Kesehatan Sekolah (MKS) yang telah dilaksanakan bersama pihak madrasah. Melalui program tersebut, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi penerima informasi kesehatan, tetapi juga berperan sebagai penggerak kegiatan kesehatan di lingkungan sekolah.
Sebanyak 36 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan pendekatan edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi, role play, case-based learning, peer learning, challenge/problem solving, refleksi, dan action planning. Kegiatan diawali dengan registrasi dan briefing, dilanjutkan pretest, rotasi enam Pos Edukasi PERMATA UKS, posttest, refleksi, serta penyusunan Action Plan PMR–UKS.

Enam Pos Edukasi PERMATA UKS dirancang agar peserta memperoleh pengalaman belajar yang aktif, interaktif, dan aplikatif. Setiap kelompok melakukan rotasi pada enam pos dengan durasi sekitar 20 menit pada masing-masing pos.
Pertama, PERMATA TANGGAP dengan tema “Sigap Menghadapi Masalah Kesehatan di Sekolah”. Pada pos ini peserta belajar mengenai respons awal terhadap berbagai masalah kesehatan sederhana yang dapat terjadi di sekolah, seperti luka ringan, mimisan, pusing, dan kondisi hampir pingsan. Peserta juga melakukan demonstrasi dan simulasi penggunaan alat P3K sederhana serta belajar mengenali kondisi yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Kedua, PERMATA PEDULI dengan tema “Teman Peduli, Teman Mendengar”. Peserta belajar memberikan dukungan kepada teman sebaya melalui keterampilan mendengarkan aktif, empati, komunikasi tanpa menghakimi, menjaga privasi, serta mengenali kapan teman membutuhkan bantuan lebih lanjut. Kegiatan dikemas melalui role play dengan prinsip Dengar – Pahami – Dukung – Rujuk.
Ketiga, PERMATA SEHAT dengan tema “Cerdas Memilih, Cegah Anemia”. Peserta mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang, sumber zat besi, anemia pada remaja, tablet tambah darah, pola makan, serta kebiasaan makan sehat. Melalui aktivitas Build Your Healthy Plate, peserta ditantang menyusun contoh menu yang mendukung pencegahan anemia dan menjelaskan alasan pemilihan makanan tersebut.
Keempat, PERMATA BERSIH dengan tema “Sekolah Bersih, Remaja Sehat”. Peserta berperan sebagai PHBS Detective untuk mengidentifikasi berbagai persoalan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, kemudian menganalisis risiko, menentukan solusi yang realistis, serta mengidentifikasi pihak yang perlu dilibatkan.
Kelima, PERMATA REPRO dengan tema “Kenali, Jaga, dan Lindungi Kesehatan Reproduksi”. Materi yang diberikan meliputi pubertas, menstruasi, kebersihan menstruasi, informasi kesehatan reproduksi, batas tubuh, relasi sehat, kekerasan, serta kapan dan kepada siapa peserta perlu mencari bantuan. Materi dikemas melalui permainan Myth or Fact dan Case Card.
Keenam, PERMATA AMAN dengan tema “PMR Tahu Kapan Bertindak dan Kapan Merujuk”. Pada pos ini peserta mempelajari peran PMR dan UKS, batas kewenangan, alur pelayanan UKS, kebutuhan rujukan, serta pihak yang dapat dihubungi ketika menghadapi masalah kesehatan. Peserta juga mengikuti simulasi Who Should I Call? untuk menentukan siapa yang perlu melakukan tindakan, kepada siapa harus melapor, dan kapan perlu melakukan rujukan.

Kegiatan PERMATA UKS dilaksanakan melalui kolaborasi dosen Peminatan Kesehatan Reproduksi dan Peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FIKes UNSOED.
Kegiatan ini diketuai oleh Lu’lu Nafisah, S.KM., M.K.M. Kolaborasi lintas peminatan tersebut memperkuat pendekatan kegiatan yang tidak hanya membahas berbagai isu kesehatan remaja, tetapi juga mengembangkan peran, pengelolaan, serta keberlanjutan UKS di lingkungan sekolah. Ketua tim tercantum dalam surat resmi kegiatan FIKes UNSOED.
Pelaksanaan enam Pos Edukasi juga didukung oleh enam mahasiswa Peminatan Kesehatan Reproduksi Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FIKes UNSOED sebagai fasilitator. Keenam mahasiswa tersebut masing-masing bertanggung jawab memfasilitasi satu pos, yaitu:
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. Para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks nyata, sekaligus berinteraksi langsung dengan remaja melalui pendekatan edukasi yang partisipatif.
Untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, setiap peserta memperoleh PERMATA UKS Passport. Passport tersebut memuat enam bagian sesuai dengan enam Pos Edukasi, yaitu TANGGAP, PEDULI, SEHAT, BERSIH, REPRO, dan AMAN. Peserta memperoleh stempel setelah menyelesaikan aktivitas di setiap pos.
Passport juga dilengkapi ruang refleksi yang mengajak peserta menuliskan “Satu hal yang saya pelajari hari ini adalah…” dan “Satu hal yang akan saya lakukan untuk UKS adalah…”. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada proses memperoleh pengetahuan, tetapi diarahkan untuk mendorong peserta memikirkan tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk mendukung UKS di sekolah.
Konsep pembelajaran dalam PERMATA UKS menempatkan peserta sebagai aktor aktif. Peserta diajak untuk berdiskusi, mencoba, melakukan simulasi, memecahkan masalah, dan memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk UKS di sekolah.
Setelah rangkaian Pos Edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penataan ruang UKS secara bersama-sama oleh tim dosen FIKes UNSOED dan tim madrasah. Penataan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi UKS agar lebih siap mendukung kegiatan kesehatan siswa dan aktivitas kader PMR–UKS.
Pada kesempatan tersebut, tim FIKes UNSOED juga melakukan penyerahan media edukasi kepada pihak madrasah sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan program. Media edukasi yang dikembangkan dalam kegiatan PERMATA UKS diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh siswa dan pengelola UKS setelah kegiatan pendampingan selesai.
Penyerahan media edukasi diterima langsung oleh Kepala MTs Al-Masruriyah, Bapak Suyitno, S.Ag., didampingi oleh Pembina PMR, Bapak Budi Santoso, dan Pembina UKS, Ibu Titi.
Penyerahan tersebut menjadi simbol keberlanjutan kolaborasi antara FIKes UNSOED dan pihak madrasah dalam mengembangkan UKS yang lebih aktif, partisipatif, dan melibatkan siswa sebagai penggerak kesehatan.
Melalui kegiatan PERMATA UKS, peserta diharapkan memiliki peningkatan pengetahuan, self-efficacy, keterampilan praktis, serta kesiapan dalam menjalankan peran sebagai penggerak UKS. Peserta juga diarahkan untuk memahami batas peran PMR sehingga mampu mengetahui kapan dapat memberikan respons awal dan kapan harus meminta bantuan atau melakukan rujukan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi dan penyusunan Action Plan PMR–UKS sebagai langkah awal untuk mendorong keberlanjutan kegiatan kesehatan yang dapat dilakukan oleh siswa bersama pengelola UKS di madrasah.
Melalui PERMATA UKS, FIKes UNSOED berupaya mendorong penguatan UKS sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi ketika siswa mengalami masalah kesehatan, tetapi juga sebagai wadah edukasi, promosi kesehatan, pencegahan masalah kesehatan, dan pemberdayaan siswa.
Program ini sekaligus memperkuat pendekatan bahwa siswa dapat menjadi bagian dari solusi kesehatan di lingkungan sekolah melalui peran aktif sebagai teman sebaya, kader, dan penggerak kegiatan kesehatan.
Pelaksanaan PERMATA UKS memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being melalui penguatan pengetahuan, promosi, pencegahan, dan keterampilan kesehatan remaja. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui penerapan pembelajaran interaktif, partisipatif, berbasis pengalaman, dan peer learning. Materi kesehatan reproduksi, batas tubuh, relasi sehat, serta pencegahan kekerasan turut berkaitan dengan SDG 5: Gender Equality. Sementara itu, kolaborasi antara FIKes UNSOED, dosen, mahasiswa, dan pihak madrasah dalam penguatan UKS mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan dan pendidikan di tingkat sekolah.
19 Sep 2026
18 Sep 2026
16 Sep 2026
14 Sep 2026
14 Sep 2026
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
We firmly believe that the internet should be available and accessible to anyone, and are committed to providing a website that is accessible to the widest possible audience, regardless of circumstance and ability.
To fulfill this, we aim to adhere as strictly as possible to the World Wide Web Consortium’s (W3C) Web Content Accessibility Guidelines 2.1 (WCAG 2.1) at the AA level. These guidelines explain how to make web content accessible to people with a wide array of disabilities. Complying with those guidelines helps us ensure that the website is accessible to all people: blind people, people with motor impairments, visual impairment, cognitive disabilities, and more.
This website utilizes various technologies that are meant to make it as accessible as possible at all times. We utilize an accessibility interface that allows persons with specific disabilities to adjust the website’s UI (user interface) and design it to their personal needs.
Additionally, the website utilizes an AI-based application that runs in the background and optimizes its accessibility level constantly. This application remediates the website’s HTML, adapts Its functionality and behavior for screen-readers used by the blind users, and for keyboard functions used by individuals with motor impairments.
If you’ve found a malfunction or have ideas for improvement, we’ll be happy to hear from you. You can reach out to the website’s operators by using the following email
Our website implements the ARIA attributes (Accessible Rich Internet Applications) technique, alongside various different behavioral changes, to ensure blind users visiting with screen-readers are able to read, comprehend, and enjoy the website’s functions. As soon as a user with a screen-reader enters your site, they immediately receive a prompt to enter the Screen-Reader Profile so they can browse and operate your site effectively. Here’s how our website covers some of the most important screen-reader requirements, alongside console screenshots of code examples:
Screen-reader optimization: we run a background process that learns the website’s components from top to bottom, to ensure ongoing compliance even when updating the website. In this process, we provide screen-readers with meaningful data using the ARIA set of attributes. For example, we provide accurate form labels; descriptions for actionable icons (social media icons, search icons, cart icons, etc.); validation guidance for form inputs; element roles such as buttons, menus, modal dialogues (popups), and others. Additionally, the background process scans all of the website’s images and provides an accurate and meaningful image-object-recognition-based description as an ALT (alternate text) tag for images that are not described. It will also extract texts that are embedded within the image, using an OCR (optical character recognition) technology. To turn on screen-reader adjustments at any time, users need only to press the Alt+1 keyboard combination. Screen-reader users also get automatic announcements to turn the Screen-reader mode on as soon as they enter the website.
These adjustments are compatible with all popular screen readers, including JAWS and NVDA.
Keyboard navigation optimization: The background process also adjusts the website’s HTML, and adds various behaviors using JavaScript code to make the website operable by the keyboard. This includes the ability to navigate the website using the Tab and Shift+Tab keys, operate dropdowns with the arrow keys, close them with Esc, trigger buttons and links using the Enter key, navigate between radio and checkbox elements using the arrow keys, and fill them in with the Spacebar or Enter key.Additionally, keyboard users will find quick-navigation and content-skip menus, available at any time by clicking Alt+1, or as the first elements of the site while navigating with the keyboard. The background process also handles triggered popups by moving the keyboard focus towards them as soon as they appear, and not allow the focus drift outside of it.
Users can also use shortcuts such as “M” (menus), “H” (headings), “F” (forms), “B” (buttons), and “G” (graphics) to jump to specific elements.
We aim to support the widest array of browsers and assistive technologies as possible, so our users can choose the best fitting tools for them, with as few limitations as possible. Therefore, we have worked very hard to be able to support all major systems that comprise over 95% of the user market share including Google Chrome, Mozilla Firefox, Apple Safari, Opera and Microsoft Edge, JAWS and NVDA (screen readers), both for Windows and for MAC users.
Despite our very best efforts to allow anybody to adjust the website to their needs, there may still be pages or sections that are not fully accessible, are in the process of becoming accessible, or are lacking an adequate technological solution to make them accessible. Still, we are continually improving our accessibility, adding, updating and improving its options and features, and developing and adopting new technologies. All this is meant to reach the optimal level of accessibility, following technological advancements. For any assistance, please reach out to