Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Dosen FIKes UNSOED Kolaborasi dengan Kementerian, NGO, dan Akademisi Nasional Terbitkan Buku Trias UKP untuk Penguatan Kesehatan Pesantren

    • 03,Jun 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments
    • bedah buku
    • dosen kesmas unsoed
    • kampus berdampak
    • karya dosen
    • kesehatan pesantren
    • poskestren
    • prestasi dosen
    • publikasi buku

    Purwokerto – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Salah satu dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Lu’lu Nafisah, S.KM., M.K.M., berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan nasional dalam menerbitkan buku berjudul “Trias UKP: Strategi Kesehatan Terpadu di Pesantren”, sebuah buku yang hadir sebagai panduan pengembangan sistem kesehatan pesantren di Indonesia.

    Buku tersebut disusun melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi kesehatan, organisasi masyarakat sipil, serta lembaga yang memiliki perhatian terhadap kesehatan santri, di antaranya Yayasan Kader Santri Sehat, INAHEALTH, Kesmas.id, dan Impressive Santri. Dalam kolaborasi ini, Lu’lu Nafisah berperan sebagai salah satu tim penulis sekaligus mewakili perspektif akademik dan praktik kesehatan masyarakat dalam pengembangan kesehatan pesantren.

    Selain berkiprah sebagai dosen di FIKes UNSOED, Lu’lu Nafisah juga merupakan Co-Founder Impressive Santri, sebuah organisasi yang berfokus pada penguatan kapasitas santri dan pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

    Buku Trias UKP: Strategi Kesehatan Terpadu di Pesantren disusun sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan sistem kesehatan di lingkungan pesantren yang jumlahnya terus berkembang di Indonesia. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai komunitas besar yang memerlukan sistem kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Dalam buku tersebut dibahas berbagai aspek penting terkait pengembangan Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN), mulai dari dasar hukum, tahapan pembentukan, pengelolaan program kesehatan, strategi pembiayaan, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal. Buku ini juga mengusung pendekatan Trias Usaha Kesehatan Pesantren (UKP) yang menekankan integrasi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dalam lingkungan pesantren.

    Sebagai bagian dari diseminasi hasil karya, buku ini telah diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Bedah Buku Trias UKP: Strategi Kesehatan Terpadu di Pesantren yang diselenggarakan secara nasional dan melibatkan berbagai narasumber dari kementerian, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil.

    Kegiatan bedah buku menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Gurutta Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, serta Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

    Dalam forum tersebut, Lu’lu Nafisah turut menjadi narasumber yang memaparkan latar belakang penyusunan buku, hasil kolaborasi lintas sektor, serta pentingnya penguatan kesehatan pesantren sebagai bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia.

    Menurut Lu’lu Nafisah, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Oleh karena itu, penguatan sistem kesehatan pesantren perlu dilakukan secara sistematis melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas pesantren itu sendiri.

    “Pesantren merupakan rumah kedua bagi jutaan remaja Indonesia. Melalui buku ini, kami berharap pengelola pesantren memiliki panduan praktis untuk membangun sistem kesehatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan santri,” ungkapnya.

    Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNSOED memberikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dosen dalam menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keterlibatan dosen FIKes UNSOED dalam jejaring nasional menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan ilmu kesehatan masyarakat yang berdampak luas.

    Penerbitan buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pesantren, tenaga kesehatan, mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap penguatan kesehatan santri dan pesantren di Indonesia.

    Buku Trias UKP: Strategi Kesehatan Terpadu di Pesantren dapat diperoleh melalui penerbit pada tautan berikut: Trias UKP: Strategi Kesehatan Terpadu di Pesantren

    Selain melalui penerbit, pembaca yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai isi buku, kegiatan pengembangan kesehatan pesantren, maupun peluang kolaborasi dapat menghubungi langsung salah satu penulis, Lu’lu Nafisah, S.KM., M.K.M., dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FIKes UNSOED sekaligus Co-Founder Impressive Santri.

    Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kementerian, NGO, dan komunitas pesantren, buku ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mewujudkan pesantren yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.