Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Tingkatkan Kompetensi Pelayanan Steril Rumah Sakit, Magister Farmasi UNSOED Gelar Workshop dan Kuliah Tamu “Preparasi IV Admixture”

    • 14,Jun 2026
    • Posted By : Ari Wahyudi
    • 0 Comments

    PURWOKERTO, 14 Juni 2026 – Dalam rangka memperkuat mutu pelayanan kefarmasian klinik dan memastikan keselamatan pasien (patient safety) di fasilitas kesehatan, Program Studi Magister Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sukses menyelenggarakan Workshop dan Kuliah Tamu bertajuk “Preparasi Intravenous (IV) Admixture untuk Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit”. Acara ini berlangsung secara intensif selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu, 13–14 Juni 2026, bertempat di Ruang Mini Conference Integrated Health Science Building (IHSB) FIKES UNSOED.

    Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Magister Farmasi UNSOED, Prof. Dr. Warsinah, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penguasaan teknik IV Admixture yang aman dan presisi merupakan kompetensi krusial bagi tenaga kefarmasian moderen guna menekan risiko komplikasi klinis. Agenda penting ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 Farmasi, mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), preseptor rumah sakit dan apotek di lingkup Farmasi UNSOED, serta jajaran dosen.

    Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan wawasan teoritis sekaligus keterampilan praktis (skills) para peserta mengenai tata cara preparasi Intravenous (IV) Admixture yang aman, steril, dan selaras dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Melalui pembekalan ini, para praktisi dan calon apoteker diharapkan mampu melakukan penyiapan sediaan injeksi yang bebas dari kontaminasi serta optimal secara terapeutik.

    Untuk mencapai target kompetensi tersebut, panitia menghadirkan dua pakar klinis terkemuka sebagai narasumber:

    1. Jainuri Erik P, S.Far., M.Farm.Klin. Beliau mengupas tuntas landasan utama praktik IV Admixture, yang didefinisikan sebagai rangkaian proses manipulasi sediaan obat (mencakup combining, admixing, diluting, pooling, reconstituting, dan repackaging) untuk menghasilkan sediaan steril yang siap digunakan secara intravena. Selain memaparkan konsep Clean Room berbasis standar regulasi Kemenkes PMK No. 72 Tahun 2016 , beliau juga membimbing peserta secara langsung dalam sesi latihan perhitungan dosis, laju pemberian sediaan via syringe pump atau tetesan infus, serta penentuan Beyond Use Date (BUD) sediaan.
    2. Ridlo Pahlavi, S.Farm., M.Farm.Klin. Memaparkan materi mendalam bertajuk “Manajemen Terapi Cairan dan BUD Sediaan Injeksi: Panduan Berbasis Literatur dan Guideline Terkini”. Beliau menguraikan pentingnya ketepatan pemilihan jenis cairan (kristaloid vs koloid) serta volume cairan klinis bagi pasien kritis di ICU berdasarkan panduan global terbaru seperti Surviving Sepsis Campaign dan ESICM Clinical Practice Guidelines. Langkah preventif ini penting dilakukan untuk menghindari komplikasi fatal seperti gagal ginjal akut akibat asidosis metabolik maupun kondisi fluid overload (kelebihan cairan) yang dapat meningkatkan mortalitas pasien.

    Melalui sinergi antara pemaparan regulasi, telaah kasus klinis di ICU, dan praktikum perhitungan serta praktik langsung teknik aseptik, jalannya workshop berlangsung interaktif. Para peserta antusias berdiskusi interaktif demi menyamakan standar mutu dispensing sediaan steril di rumah sakit mitra jalinan UNSOED, serta lebih memahami teknik-teknik IV admixture yang baik dan benar setelah pelaksanaan sesi praktik.

    Dengan suksesnya penyelenggaraan workshop ini, Prodi Magister Farmasi UNSOED kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan farmasis yang unggul, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam transformasi pelayanan kesehatan berbasis bukti (evidence-based medicine) di Indonesia.