Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • FIKes UNSOED dan MTs Al-Masruriyah Perkuat Kolaborasi melalui Program PERMATA-UKS dan Penandatanganan PKS

    • 18,Sep 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments
    • berbasis riset
    • intervensi kesehatan
    • kampus berdampak
    • kerjasama fikes unsoed
    • optimalisasi uks
    • pengabdian kepada masyarakat
    • tridharma dosen

    Banyumas – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan remaja dan penguatan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) melalui pelaksanaan program PERMATA-UKS di MTs Al-Masruriyah, Baturraden, Kabupaten Banyumas. PERMATA-UKS merupakan akronim dari “Penguatan Edukasi, Remaja, dan Manajemen Terpadu Usaha Kesehatan Sekolah” yang dikembangkan sebagai pendekatan pemberdayaan warga madrasah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS/M. Program pengabdian ini mengusung tema “Optimalisasi Trias UKS melalui Pelatihan Kader Sebaya untuk Mewujudkan Madrasah Sehat dan Ramah Remaja.”

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim FIKes UNSOED yang terdiri atas Lu’lu Nafisah, S.KM., M.K.M. selaku ketua tim, bersama anggota tim Leni Maryati, S.Si.T., M.Kes.; Nur Intan Kartika Sari, S.Tr.Keb., M.P.H.; dan Yuditha Nindya Kartika Rizqi, S.KM., M.P.H. Rangkaian kegiatan utama program PERMATA-UKS tahun 2026 telah dilaksanakan melalui asesmen awal kesehatan siswa, Focus Group Discussion (FGD), serta Musyawarah Madrasah Sehat. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan remaja sekaligus merumuskan kebutuhan dan strategi penguatan UKS/M di lingkungan madrasah.

    Asesmen awal melibatkan sebanyak 125 siswa kelas VII–IX MTs Al-Masruriyah. Hasil asesmen menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik, kesehatan psikologis, perilaku berisiko, serta literasi kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, pemanfaatan UKS oleh siswa masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam mendukung kegiatan promotif dan preventif.

    Temuan tersebut kemudian diperdalam melalui FGD bersama siswa dan siswi. Dalam kegiatan tersebut, peserta menyampaikan berbagai pengalaman, kebutuhan, dan harapan terhadap pengembangan UKS di madrasah. Siswa berharap agar UKS tidak hanya berfungsi sebagai tempat berobat atau beristirahat ketika sakit, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pusat edukasi, promosi kesehatan, dan pencegahan masalah kesehatan remaja.

    Hasil diskusi menunjukkan sejumlah kebutuhan prioritas, antara lain peningkatan fasilitas UKS dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), peningkatan kebersihan dan kenyamanan ruang UKS, penyelenggaraan kegiatan edukasi kesehatan yang lebih menarik dan partisipatif, serta pengembangan layanan UKS yang lebih ramah dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Madrasah Sehat yang melibatkan pihak madrasah dan perwakilan siswa. Forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas penguatan pelaksanaan Trias UKS/M, yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah atau madrasah sehat.

    Salah satu hasil penting dari kegiatan tersebut adalah adanya kesediaan siswa untuk berperan sebagai kader kesehatan sebaya serta komitmen pihak madrasah untuk mendukung keberlanjutan program penguatan UKS/M. Kader sebaya diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi kesehatan dan mitra bagi siswa dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, dan nyaman.

    Selain pelaksanaan asesmen, FGD, dan musyawarah, kegiatan PERMATA-UKS juga diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIKes UNSOED dan MTs Al-Masruriyah. Penandatanganan PKS tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam bidang pendidikan, promosi kesehatan, pemberdayaan remaja, serta pengembangan UKS/M secara berkelanjutan.

    Sebagai tindak lanjut kegiatan, FIKes UNSOED bersama MTs Al-Masruriyah akan melanjutkan program melalui rangkaian edukasi kesehatan dan Pos Edukasi Remaja. Kegiatan ini dirancang secara partisipatif dengan melibatkan siswa, kader sebaya, guru, dan pihak madrasah.

    Pos Edukasi Remaja akan mengangkat beberapa tema penting, antara lain:

    1. Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis remaja;
    2. Pencegahan perundungan dan kekerasan;
    3. Pencegahan kekerasan seksual;
    4. Kesehatan reproduksi dan pubertas;
    5. Pencegahan perilaku berisiko pada remaja;
    6. Kecakapan hidup dan penguatan keterampilan sosial; serta
    7. Pemanfaatan layanan UKS dan layanan kesehatan ramah remaja.

    Selain edukasi, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan dan penguatan kapasitas kader sebaya agar siswa mampu berperan sebagai edukator dan agen perubahan di lingkungan madrasah. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan madrasah yang sehat.

    Pelaksanaan program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan promosi kesehatan dan pencegahan masalah kesehatan remaja; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan pendidikan kesehatan dan keterampilan hidup sehat; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan madrasah sehat, berdaya, partisipatif, dan ramah remaja.