Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Tim Pengabdian Masyarakat FIKes Unsoed Dorong Pencegahan Stunting melalui Edukasi dan Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal Talas

    • 19,Agu 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments
    • hibah dikti
    • hibah dppm
    • inovasi dosen fikes
    • pemberian makanan tambahan
    • pengabdian masyarakat dosen fikes

    Purbalingga – Dalam upaya meningkatkan kapasitas Kader Posyandu guna mendukung pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi balita dan inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan edukasi stunting yang dilaksanakan pada 13 Juni 2026 di Balai Desa Senon. Kegiatan ini diikuti oleh 24 Kader Posyandu. Untuk mengukur pengetahuan awal kader maka dilakukan pre-test terlebih dahulu. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian dua materi utama. Materi pertama mengenai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang disampaikan oleh Ernis Asanti, S.Gz., M.Si, dan materi kedua yaitu pemberian ASI eksklusif yang disampaikan oleh Lala Sri Fadila, S.Gz., MPH. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini ditutup dengan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman kader setelah memperoleh edukasi.

    Kegiatan edukasi menjadi menjadi langkah awal untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman kader mengenai pemenuhan gizi balita. Dengan pengetahuan tersebut, kader diharapkan mampu berperan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu balita serta mendukung pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizi anak melalui kegiatan Posyandu.

    Setelah memperoleh penguatan pengetahuan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan inovasi PMT berbahan pangan lokal talas pada 22 Juni 2026. Talas dipilih menjadi bahan dasar pembuatan PMT karena Desa Senon memiliki potensi talas yang melimpah, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Dalam pelatihan, kader mempraktikkan pembuatan dua olahan, yaitu kroket talas dan bolu talas. Praktik dilakukan secara langsung mulai dari persiapan bahan, pengolahan talas, hingga penyajian. Dengan demikian, pemanfaatan talas dapat menjadi salah satu bentuk inovasi PMT yang sederhana, terjangkau, dan dapat dipraktikkan menggunakan peralatan rumah tangga.

    Berdasarkan penuturan Iik Sartika, S.KM., M.Kes selaku ketua tim melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Senon. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian BIMA Kemenristekdikti Tahun 2026 sebagai salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting.