Info Detail
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Oktober 2025. WA Mulyono. Upaya meningkatkan kualitas penelitian doktoral di bidang keperawatan terus diperkuat melalui kegiatan ilmiah Workshop bertajuk “Fondasi Teoritis Disertasi Keperawatan: Menghubungkan Filosofi, Teori, dan Praktik Penelitian” telah diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 22 Oktober 2025, pukul 08.30–12.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Achir Yani S. Hamid, M.N., DNSc, Guru Besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, sebagai narasumber utama. Materi kegiatan menekankan pentingnya membangun disertasi yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga memiliki landasan filosofis dan teoritis yang kokoh sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan praktik keperawatan.
Workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini diikuti oleh dosen, mahasiswa baik doctoral maupun magister, peneliti, serta praktisi keperawatan da
ri berbagai perguruan tinggi dan institusi pelayanan kesehatan di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi pemaparan materi maupun diskusi ilmiah.
Dalam paparannya, Prof. Achir Yani menjelaskan bahwa keperawatan merupakan disiplin ilmu sekaligus profesi yang membutuhkan integrasi antara sains dan praktik. Setiap keputusan klinis, advokasi terhadap pasien, maupun pengembangan ilmu keperawatan harus didasarkan pada bukti ilmiah (evidence) yang lahir dari fondasi teori yang kuat. Profesionalisme perawat berkembang melalui penerapan teori dalam praktik, pembelajaran berkelanjutan, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang mendukung pelayanan kesehatan berkualitas.
Salah satu pokok bahasan yang mendapat perhatian peserta adalah hubungan erat antara filsafat, teori, dan penelitian. Filsafat memberikan pandangan dasar mengenai hakikat manusia dan ilmu pengetahuan, teori menyediakan kerangka konseptual untuk memahami fenomena keperawatan, sedangkan penelitian berfungsi menguji, mengembangkan, sekaligus memperluas teori melalui praktik nyata. Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara terpadu agar menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
Materi juga mengulas berbagai tingkat pengembangan teori keperawatan, mulai dari Meta Theory, Grand Theory, Middle Range Theory, hingga Practice Theory. Set
iap tingkatan memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari mengklarifikasi konsep, memberikan arah penelitian, hingga menguji implementasi teori dalam praktik pelayanan kesehatan. Pemahaman terhadap tingkatan teori tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa doktoral dalam memilih landasan teori yang sesuai dengan fenomena penelitian.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa fondasi penelitian keperawatan tersusun atas empat lapisan utama, yaitu filsafat, teori keperawatan, kerangka konseptual, dan praktik penelitian. Peneliti perlu memastikan bahwa pandangan filosofis yang dianut selaras dengan teori yang dipilih, kemudian diterjemahkan ke dalam kerangka konseptual yang mampu mengarahkan variabel, hipotesis, serta metode penelitian secara konsisten. Pendekatan tersebut akan menghasilkan desain penelitian yang memiliki koherensi ilmiah sekaligus memperkuat kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu keperawatan.
Dalam sesi mengenai penyusunan kerangka teori, narasumber menekankan pentingnya integrasi antara filsafat, teori, kerangka teoritis, dan praktik penelitian. Integrasi tersebut bertujuan menjamin keselarasan antara paradigma penelitian, pemilihan teori sebagai lensa analisis, penyusunan diagram kerangka konseptual, hingga pemilihan desain penelitian yang sesuai. Dengan demikian, disertasi tidak hanya memiliki kebaruan (novelty), tetapi juga justifikasi ilmiah yang kuat serta mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan praktik keperawatan.
Melalui workshop ini diharapkan para mahasiswa doktoral, dosen, dan peneliti keperawatan semakin mampu menyusun proposal maupun disertasi yang memiliki fondasi teoritis yang kokoh, pemilihan teori yang tepat, kerangka konseptual yang sistematis, serta metodologi penelitian yang konsisten dengan paradigma ilmiah yang digunakan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian keperawatan Indonesia agar mampu menghasilkan inovasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu, pendidikan, dan praktik keperawatan di tingkat nasional maupun internasional. Doc. Ana.