Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Pre-BSM INAHEA 2026: Workshop BPJS Kesehatan Data Sample Perkuat Kapasitas Riset Berbasis Data untuk Kebijakan Kesehatan

    • 24,Jul 2026
    • Posted By : Lu'lu Nafisah
    • 0 Comments
    • biennial scientific meeting
    • bsm inahea
    • ekonomi kesehatan
    • fikes unsoed
    • workshop bpjs
    • workshop bsm inahea

    Purwokerto – Pemanfaatan data kesehatan dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti menjadi salah satu fokus penting dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, The 9th Biennial Scientific Meeting (BSM) Indonesian Health Economics Association (INAHEA) 2026 menyelenggarakan Pre-Conference Training “Using BPJS Kesehatan Data Sample for Health Research and Policy” pada Kamis (23/7/2026) di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman. Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memanfaatkan Data Sampel BPJS Kesehatan sebagai sumber data penelitian dan dasar penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

    Kegiatan dibuka dengan Opening Session: Research on Health Economics and Policy using BPJS Data Sample yang disampaikan oleh Teguh Dartanto, Ph.D. Pada sesi ini peserta diperkenalkan pada potensi pemanfaatan Data Sampel BPJS Kesehatan untuk penelitian di bidang ekonomi kesehatan dan kebijakan kesehatan. Selain membahas berbagai penelitian yang telah memanfaatkan data BPJS Kesehatan, narasumber juga menjelaskan bagaimana hasil penelitian tersebut dapat menghasilkan bukti ilmiah yang mendukung pengambilan kebijakan kesehatan di Indonesia. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta juga diperkenalkan dengan final project assignment, mulai dari pembagian kelompok, penentuan topik, hingga mekanisme presentasi hasil analisis pada akhir pelatihan.

    Memasuki sesi berikutnya, Idzhar Elna Arbarizq memberikan materi Introduction to Stata and BPJS Data Sample. Peserta memperoleh pengenalan dasar mengenai penggunaan perangkat lunak Stata, memahami struktur dan karakteristik Data Sampel BPJS Kesehatan, serta mempraktikkan teknik mengintegrasikan data BPJS dengan sumber data lain untuk mendukung analisis penelitian yang lebih komprehensif.

    Pada sesi praktik, peserta diajak mengolah data secara langsung melalui Hands-on Session: Non-Parametric Analysis yang dipandu oleh Muhammad Irsyad Hawari. Dalam sesi ini peserta mempelajari teknik eksplorasi data, analisis deskriptif, tabulasi, visualisasi data, hingga penerapan berbagai uji statistik non-parametrik yang umum digunakan dalam penelitian kesehatan. Pendekatan praktik langsung ini memberikan pengalaman kepada peserta dalam memahami karakteristik data kesehatan sebelum dilakukan analisis lebih lanjut.

    Selanjutnya, Muhammad Abdul Rohman memandu Hands-on Session: Parametric Analysis yang berfokus pada penyusunan model regresi menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan. Peserta mempelajari proses membangun model statistik, menginterpretasikan hasil estimasi, serta menerapkan analisis parametrik untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian di bidang ekonomi kesehatan dan evaluasi pelayanan kesehatan.

    Menjelang akhir kegiatan, peserta diberikan kesempatan menyelesaikan final project yang telah dikerjakan secara berkelompok bersama Tim Sekolah Stata sebelum mempresentasikan hasil analisis di hadapan narasumber. Presentasi tersebut menjadi sarana untuk memperoleh umpan balik secara langsung mengenai proses analisis data, interpretasi hasil, maupun penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data. Workshop kemudian ditutup dengan penyampaian rangkuman materi, evaluasi pelatihan, serta pelaksanaan post-test yang kembali dipandu oleh Teguh Dartanto, Ph.D. bersama panitia.

    Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai pemanfaatan Data Sampel BPJS Kesehatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengelola, menganalisis, dan menginterpretasikan data menggunakan perangkat analisis statistik. Kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya penelitian-penelitian berkualitas yang menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti untuk mendukung penguatan sistem kesehatan Indonesia yang lebih efektif, efisien, tangguh, dan berkelanjutan.