Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Unsoed Gelar Eurasia Foundation Lecture Series, Hadirkan Pakar Internasional Bahas Ekonomi Kesehatan Asia

    • 10,Mar 2026
    • Posted By : Khadirin
    • 0 Comments

    Purwokerto – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperkuat atmosfer akademik internasional melalui penyelenggaraan Eurasia Foundation Lecture Series. Program yang merupakan hasil kerja sama antara LPPM Unsoed dan Eurasia Foundation (from Asia) ini menghadirkan rangkaian kuliah umum bertaraf global yang melibatkan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara.

    Pada tahun 2026, program tersebut dirancang dalam 15 seri perkuliahan yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) sejak Februari hingga Juni 2026. Setiap sesi diikuti sekitar 150 hingga 200 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed. Para narasumber berasal dari sejumlah negara di Asia dan kawasan lainnya, seperti Jepang, Korea, China, Malaysia, Kamboja, hingga Australia, dengan topik yang mencakup isu pembangunan berkelanjutan, kerja sama regional Asia, komunikasi lintas budaya, hingga ekonomi kesehatan.

    Koordinator Lecture Series Unsoed, Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan global mahasiswa serta memperkuat jejaring akademik internasional. Menurutnya, melalui kuliah umum tersebut mahasiswa berkesempatan berdialog langsung dengan para pakar dari berbagai negara sehingga mampu menumbuhkan pemikiran kritis terhadap berbagai isu global yang relevan dengan pembangunan kawasan Asia.

    Memasuki seri ketiga, perkuliahan dilaksanakan secara luring pada Sabtu (7/3/2026) di Aula Fakultas Peternakan Unsoed. Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber utama Prof. Dr. sc. Hum. Budi Aji, SKM, M.Sc., Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed. Dalam kuliahnya bertajuk “Health Economics in Asian Region: Providing an Equitable Healthcare for All”, ia memaparkan pentingnya pendekatan ekonomi kesehatan dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang adil dan merata di kawasan Asia.

    Menurut Prof. Budi, tantangan utama di banyak negara Asia adalah memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas tanpa menimbulkan kesenjangan sosial. Ia menekankan bahwa kebijakan pembiayaan kesehatan yang tepat sangat diperlukan agar akses layanan kesehatan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Eurasia Foundation Lecture Series menjadi langkah strategis Unsoed dalam menghadirkan pembelajaran dengan standar internasional sekaligus memperluas ruang kolaborasi akademik lintas negara.

    Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah akademisi Unsoed, di antaranya Tri Murniati, Ph.D., dan Ulul Huda, S.Pd.I., M.Si., dari Pusat Penelitian LPPM, serta beberapa dosen Fakultas Ilmu Budaya. Selama sesi diskusi, mahasiswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sistem kesehatan di kawasan Asia, kebijakan pembiayaan kesehatan, hingga peran generasi muda dalam mendorong terciptanya sistem kesehatan yang inklusif.

    Bayu menambahkan bahwa Eurasia Foundation Lecture Series 2026 masih akan berlanjut dengan 12 seri kuliah lainnya yang menghadirkan topik dari berbagai disiplin ilmu. Program ini diharapkan dapat terus menjadi ruang pertukaran gagasan akademik sekaligus memperkuat posisi Unsoed dalam jejaring pendidikan tinggi internasional.

    Sebelumnya, pada seri kedua, perkuliahan diselenggarakan secara daring dengan menghadirkan pembicara dari Waseda University, Mutia Kusumawati, M.A., Ph.D. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Unsoed menghadirkan pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa melalui kolaborasi akademik lintas negara.

    Penulis : Ir. Alief Einstein, M.Hum Foto : Ir. Alief Einstein, M.Hum

Leave A Comment