Info Detail

Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

  • Talkshow “Career Opportunities for Nurses in Germany” Dorong Mahasiswa Ners Jurusan Keperawatan UNSOED Siap Berkarier Global

    • 10,Feb 2026
    • Posted By : Galih Alivian
    • 0 Comments
    Purwokerto, 10 februari 2026 — Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menyelenggarakan talkshow bertema “Career Opportunities for Nurses in Germany” sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa profesi ners tentang peluang studi dan kerja di luar negeri, khususnya di Jerman. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Yunita Sari, S.Kep., Ns., MHS., Ph.D, yang menyampaikan dukungan penuh kepada mahasiswa Ners Keperawatan UNSOED untuk berani merencanakan karier internasional. Dalam sambutannya, Prof. Yunita menekankan “pentingnya kesiapan kompetensi, penguatan bahasa, serta mental adaptasi budaya sebagai bekal utama agar lulusan ners mampu bersaing dan berkontribusi di sistem pelayanan kesehatan global”. Sesi inti talkshow disampaikan oleh Mr. Benedikt Schneider, praktisi keperawatan, penulis, dan pendidik berpengaruh asal Jerman. Mr. Benedikt juga merupakan perawat profesional di University Medical Center Freiburg. Dalam paparannya, “ia menguraikan gambaran umum jalur pendidikan dan karier perawat di Jerman, sekaligus menjelaskan kebutuhan tenaga keperawatan yang terus meningkat”. Mr. Benedikt menjelaskan bahwa sistem pendidikan keperawatan di Jerman berbasis dual system, yakni pembelajaran berlangsung di sekolah keperawatan sekaligus praktik langsung di fasilitas layanan kesehatan. Model ini memberi kesempatan peserta untuk membangun pengetahuan dan pengalaman klinik secara seimbang. Ia juga memaparkan bahwa peserta pendidikan mendapatkan gaji sejak tahun pertama (sekitar €1.300–€1.500/bulan) dan setelah lulus serta melalui state examination sebagai Pflegefachfrau/Pflegefachmann (diakui di Uni Eropa), peluang pendapatan meningkat hingga sekitar €3.500–€4.000/bulan. Setelah kelulusan, perawat dapat bekerja di rumah sakit, elderly home, klinik, maupun institusi pendidikan, serta memiliki opsi spesialisasi seperti intensif, pediatri, atau geriatri, dan melanjutkan studi hingga jenjang lebih tinggi. Selain itu, peserta memperoleh gambaran mengapa Jerman dinilai menarik sebagai negara tujuan karier: adanya perlindungan hukum ketenagakerjaan, skema asuransi, peluang kerja paruh waktu, keseimbangan waktu kerja–waktu luang, gaji yang relatif stabil, serta fleksibilitas memilih tempat kerja dan lokasi. Pada bagian persiapan, Mr. Benedikt menegaskan beberapa persyaratan penting bagi perawat internasional, antara lain kemampuan bahasa Jerman level B2, kelengkapan dokumen akademik, serta status profesi perawat (STR) dan kesiapan berintegrasi secara budaya. Ia juga memaparkan bentuk dukungan bagi calon perawat internasional, seperti pelatihan bahasa (A1–B2), pendampingan dokumen dan visa, fasilitasi wawancara dan penempatan dengan mitra di Jerman, orientasi pra-keberangkatan, hingga pendampingan integrasi, termasuk informasi peluang subsidi yang dapat mencapai kisaran €9.700 (dengan paparan batas maksimal €9.587 atau sekitar Rp182 juta). Talkshow berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali strategi persiapan bahasa, penyesuaian budaya kerja, serta perencanaan karier pasca-penempatan. Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk terus membangun kesiapan karier global dan memberikan umpan balik sebagai bahan peningkatan program serupa ke depan.