Info Detail
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Purwokerto 18 Februari, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Jenderal Soedirman kembali menyelenggarakan Program Pengenalan Kehidupan Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan XIX. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para calon apoteker untuk memasuki tahapan pendidikan profesional yang menuntut integritas, kompetensi, serta kesiapan berkontribusi dalam sistem pelayanan kesehatan.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Sc.hum. Budi Aji, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang telah berhasil melalui berbagai tahapan seleksi. Keberhasilan tersebut mencerminkan kapasitas akademik dan komitmen yang kuat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang profesi. Beliau menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Apoteker merupakan fase strategis dalam membentuk lulusan yang siap memasuki dunia praktik profesional. Dekan juga berharap seluruh mahasiswa mampu menanamkan karakter Soedirman yang pantang menyerah, adaptif, serta siap berkarya dan memberikan kontribusi nyata di berbagai lini pelayanan kefarmasian.
Rangkaian kegiatan PKKMB diisi dengan pemaparan materi substantif dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Sesi pertama disampaikan oleh Koordinator Program Studi Profesi Apoteker, Dr.rer.nat. apt. Harwoko, M.Sc., yang memaparkan Visi, Misi, Tujuan, serta Strategi pengembangan program studi. Penjelasan tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai arah kebijakan akademik, capaian pembelajaran, serta standar kompetensi yang harus dicapai mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi.
Materi kedua disampaikan oleh apt. Dr. Leony Julietta dari Apotek Prima Farma dengan topik “Patient Safety di Pelayanan Farmasi Komunitas”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya budaya keselamatan pasien dalam praktik kefarmasian di apotek, mulai dari ketepatan dispensing, komunikasi efektif dengan pasien, hingga penerapan standar prosedur operasional yang berorientasi pada pencegahan medication error.
Sesi ketiga menghadirkan apt. Cesa Radita Putra, S.Farm., Apoteker Industri Indesso, yang membahas “Patient Safety di Industri Farmasi”. Materi ini menyoroti peran strategis apoteker dalam menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi produk obat melalui penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sistem manajemen mutu, serta pengawasan proses produksi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru Pendidikan Profesi Apoteker FIKES Unsoed memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran dan tanggung jawab apoteker di berbagai sektor praktik, serta termotivasi untuk mengembangkan kompetensi profesional yang unggul dan beretika. PKKMB bukan sekadar agenda seremonial, tetapi fondasi awal dalam membangun apoteker yang berintegritas, kompeten, dan berdaya saing.