Panduan Sukses Studi Jurusan Kesehatan Masyarakat

Panduan Sukses Studi Jurusan Kesehatan Masyarakat merupakan buku panduan pendidikan tahun akademik 2020/2021 pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi tertulis bagi Mahasiswa Tahun Akademik 2020/2021 selama menempuh studi di Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman sehingga dapat melaksanakan studi dengan baik dan lulus tepat waktu.

Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat, Dr. Arih Diyaning Intiasari, SKM, MPH, secara khusus menyampaikan Selamat Datang kepada mahasiswa baru jurusan Kesehatan Masyarakat Tahun Akademik 2020/2021. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan harapannya berkaitan dengan peran mahasiswa kesehatan masyarakat sebagai agen promotif dan preventif pelayanan kesehatan bangsa, utamanya di era Pandemi saat ini.

Buku ini menyampaikan informasi tentang sistem layanan pendidikan mulai dari sumber daya, sistem pendidikan, peminatan yang ada di Jurusan Kesehatan Masyarakat dan bagaimana tips dalam memilih peminatan, kegiatan pembelajaran, peraturan perkuliahan, bimbingan konseling, kegiatan kemahasiswaan, beasiswa Pendidikan S1 serta tips belajar bagi mahasiswa. Berkaitan dengan kegiatan pembelajaran, panduan ini juga menyertakan informasi tentang Sistem Informasi Akademik (SIA) yang salah satu fungsinya adalah untuk pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa dan eLDirU (e-Learning General Soedirman University) yang merupakan sistem informasi untuk mendukung pembelajaran e-learning berbasis web di lingkungan UNSOED. (Download http://bit.ly/PanduanStudiKesmasUnsoed )

Buku ini juga dilengkapi dengan timeline penyelesaian studi, ringkasan kurikulum, aturan kegiatan pembelajaran, dan berbagai aturan etika bersikap dan berkomunikasi mahasiswa dan dosen selama studi di Jurusan Kesehatan Masyarakat.

Sistematika buku disusun sedemikian rupa untuk memudahkan mahasiswa dalam mengenal kampus dan belajar di Jurusan Kesehatan Masyarakat sebagai tempat menempuh studi sarjana strata I (S1). Semoga informasi yang disajikan dalam panduan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh civitas akademika Jurusan Kesehatan Masyarakat Unsoed.

 

Kontribusi Dosen Kesehatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Baseh sebagai “Desa Wisata Sehat”

Selain tugas mengajar pada mahasiswa dan melakukan penelitian, seorang dosen diharuskan juga melakukan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat baru-baru ini telah menyelesaikan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berupa program kemitraan masyarakat di Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, dengan tema Desa Baseh, Desa Wisata yang Sehat. Kegiatan ini mendapat pendanaan dari Dirjen Dikti Kemendikbud tahun 2020 dengan Ketua tim Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, SKM, M.Kes(Epid). Kegiatan ini bertujuan untuk bermitra dengan Desa Baseh dalam membantu menyelesaikan permasalahan Kesehatan di Desa Baseh. Desa Baseh adalah desa wisata baru yang sedang berkembang. Terdapat beberapa tujuan wisata di Desa Baseh antara lain Curug Gomblang, Situs Batur Agung, Kebun Buah, Situs Makam Abah Kusuma dan wisata kuliner rica-rica basur.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kemitraan ini yaitu peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan dan kenyamanan lokasi wisata, pembentukan kader kesehatan di desa wisata, pembangunan MCK yang memenuhi syarat kesehatan di sekitar lokasi wisata, pembuatan spanduk dan banner pesan kesehatan, pengadaan tempat sampah dan pelatihan hygiene sanitasi bagi penjamah makanan yaitu pelaku usaha makanan di Desa Baseh. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata baru dan mempromosikan tujuan wisata baru yang ada di Desa Baseh sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. (Dwi Sarwani SR)

Gambar 1 Kegiatan Penyuluhan Kesehatan

Gambar 2 Kegiatan Pembangunan Sarana MCK

Gambar 3 Pengadaan Tempat Sampah

Gambar 4 Pembuatan Banner

Kajian Bareng KBMKM UNSOED dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional 2020

Rabu, 5 Agustus 2020, Keluarga Besar Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (KBMKM) Unsoed mengadakan kegiatan Kajian Bareng (KABAR) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta sebagai tempat diskusi bersama dengan tema yang diangkat adalah “Peringatan Hari Anak Nasional 2020: Pendidikan Anak dan Ketahanan Keluarga di Masa New Normal”. Kegiatan Kajian Bareng KBMKM Unsoed ini merupakan salah satu Program Kerja Divisi Kajian Strategis HIMA KBMKM Universitas Jenderal Soedirman periode 2020 dan juga merupakan arahan dari Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI). Pada Kabar (Kajian Bareng) KBMKM Unsoed kali ini, Divisi Kajian Strategis KBMKM melakukan pengkajian, penyikapan, dan pengakaran,

Kegiatan ini dilaksanakan melalui media whatsapp grup dengan pemateri yaitu Ibu Lu’lu Nafisah, S.KM., M.K.M selaku dosen kesehatan reproduksi di Jurusan Kesehatan Masyarakat Unsoed dan dimoderatori oleh Aulia Latifa Oktaviani selaku staff Kajian Strategis HIMA KBMKM. Kegiatan berlangsung selama tiga jam mulai dari pukul 09.00 – 12.45 WIB yang terdiri dari pemaparan materi selama kurang lebih 30 menit dan dilanjut dengan sesi diskusi selama 120 menit. Pemateri terlebih dahulu menyampaikan tentang pengertian dan tujuan peringatan Hari Anak Nasional (HAN), kemudian dilanjutkan dengan materi selanjutnya yang berkaitan dengan Hak Anak, Kekerasan terhadap Anak Di Indonesia, Dampak COVID-19 terhadap Anak, Pendidikan Anak di Masa Pandemi, Ketahanan Keluarga, dan rekomendasi.

Gambar 1 Pemaparan Materi

Proses diskusi berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan partisipan aktif memberikan pertanyaan kepada pemateri dan tanggapan berkaitan dengan tema yang diangkat. Beberapa isu dibahas dalam sesi dikusi antara lain ketahanan ekonomi keluarga yang terdampak pandemi, pemenuhan kebutuhan gizi anak, peningkatan KDRT di masa pandemi, dampak covid-19 pada anak yang orang tuanya broken home, serta dampak positif dan negatif pembelajaran jarak jauh. Dari sesi tanya jawab tersebut kemudian dihasilkan beberapa strategi dan rekomendasi agar kebutuhan anak tetap terpenuhi dan ketahanan keluarga tetap kuat selama pandemi.

Gambar 2 Sesi Diskusi

Gambar 3 Sesi Diskusi

Gambar 4 Sesi Diskusi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diakhir diskusi moderator menggiring para peserta untuk menyatakan suatu sikap terhadap tema yang diambil, yakni kami menyatakan sikap yang setuju dengan diberlakukannya kebijakan pemerintah yang memberlakukan sekolah online demi menjaga para siswa agar tidak terlular oleh Covid-19. Akan tetapi kami merekomendasikan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)  harus diperbaiki, karena hal ini merupakan suatu hal yang baru dalam dunia pendidikan di Indonesia, sehingga perlu adanya adaptasi berbagai pihak, seperti siswa, orang tua, sekolah, pemerintah. Selain itu, dibutuhkan komitmen dan kerjasama semua pihak untuk bersama – sama menjaga ketahanan keluarga, memastikan terpenuhinya pendidikan anak, mendampingi serta menjaga anak dalam mengakses internet. Selanjutnya berkaitan dengan ketahanan keluarga, seluruh anggota keluarga diharapkan dapat menyeimbangkan setiap kebutuhan dan keinginan masing-masing anggota keluarga, menciptakan suasana yang damai terutama untuk anak agar tidak menciptakan suasana yang menjenuhkan bagi anak terutama untuk belajar dan saling menjaga hubungan satu sama lain agar tidak membuat anak menjadi stress. Banyak kegiatan yang dapat menjaga kehangatan dalam keluarga dan kegiatan yg menhindarkan diri dari stress atau goncangan hubungan satu sama lain. Pahami diri masing-masing sesuai kebutuhan agar tetap selalu sehat secara mental ataupun fisik dalam kondisi pandemi seperti ini. pun oleh guru juga, agar system pembelajaran online dapat berjalan secara efektif.

Di akhir sesi, Divisi Kajian Strategis membuat sebuah petisi online yang ditujukan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan KPAI dengan judul “ Perbaiki Sistem Belajar dari Rumah dan Menjaga Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19”. Adapun untuk link petisi onlinenya sebagai berikut, http://chng.it/dLXg6fstBm . Yuk, tandatangani petisi ini. (Lu’lu Nafisah dan Aulia Latifa Oktaviani)

Selengkapnya dapat dilihat pada:  Kastrat_Press Release Kaabar KBMKM 3_Agustus_3