FIKES Gelar Angkat Sumpah Profesi Kesehatan Masyarakat

Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan acara Angkat Sumpah Ahli Kesehatan Masyarakat bagi para lulusan Jurusan Kesehatan Masyarakat sebanyak 55 orang yang akan menjadi tenaga ahli kesehatan masyarakat, pada hari Jum’at (20/09) di Aula Dekanat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Kampus Karangwangkal. Acara yang dimulai pukul 8 pagi dan dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Ketua Alumni Kesehatan Masyarakat, Pimpinan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes), serta para dosen ini berlangsung khidmat dan meriah.

Bapak Taufik Kurachman, S.KM., M.Kes selaku Ketua Pengurus Daerah IAKMI Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih terdapat berbagai masalah kesehatan khususnya di Provinsi Jawa Tengah, seperti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, rendahnya pemberian ASI Eksklusif, stunting, obesitas, serta masalah kesehatan lingkungan seperti rendahnya pengelolaan sampah plastik dan limbah makanan. Oleh karena itu, Beliau menghimbau agar para ahli kesehatan masyarakat yang baru diangkat sumpah ini dapat terus meningkatkan pengetahuannya terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 sehingga mereka dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang ada. Beliau juga berpesan agar para ahli kesehatan masyarakat ini dapat selalu menguatkan promotif dan preventif serta menjadi teladan bagi masyarakat dengan terus berupaya untuk selalu menjaga kesehatan seperti tidak merokok dan menjaga pola hidup yang sehat. Dengan demikian, Beliau berharap kedepannya akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang saat lanjut usia tetap sehat, bugar, dan produktif, karena menjadi tua adalah sebuah keniscayaan, namun menjadi tua dalam keadaan sehat, bugar, dan produktif adalah pilihan.

Bapak Dr. Saryono, S.Kp., M.Kes selaku Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed menyatakan harapannya agar para ahli kesehatan masyarakat yang telah diangkat sumpah ini dapat terus meningkatkan pengetahuannya serta selalu memiliki keinginan untuk belajar agar nantinya dapat berkontribusi dalam memecahkan masalah kesehatan masyarakat di negeri ini (Aisyah Apriliciciliana Aryani).

KESMAS Gelar Workshop Penyusunan Soal Uji Kompetensi Terbaru

Dalam upaya meningkatkan kemampuan dosen Jurusan Kesmas, FIKES Unsoed dalam penyusunan soal Uji kompetensi dengan blue print terbaru, maka pada Hari Sabtu, 4 Mei 2019 telah diselenggarakan Workshop Penyusunan Soal Uji Kompetensi. Hadir dalam acara tersebut, Narasumber yakni Ir. Suyatno, M.Kes dari Universitas Diponegoro yang menyampaikan materi tentang tehnis penyusunan soal ujian kompetensi dengan blue print terbaru. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang I FIKES yakni Dr.sc.hum. Budi Aji, SKM, M.Sc dengan ketua pelaksana Nur Ulfah, SKM., M.Sc. Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat dosen Jurusan Kesmas harus mempunyai kemampuan untuk dapat menyusun soal uji kompetensi dengan baik. Ujian kompetensi dilakukan guna menjamin lulusan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat yang kompeten dan terstandar secara nasional. Uji kompetensi merupakan suatu proses untuk mengukur pengetahuan,keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Sertifikat kompetensi juga dibuat sebagai tanda pengakuan kompetensi tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik di seluruh Indonesia.

Acara yang dipandu oleh moderator Arif Kurniawan, SKM., M.Kes berjalan dengan interaktif. Pada sesi pertama, narasumber memaparkan tujuan dan kisi kisi penyusunan soal uji kompetensi dengan blue print terbaru. Kemudian pada sesi berikutnya, peserta workshop diberikan waktu untuk berlatih membuat soal uji kompetensi sesuai dengan teori yang telah dipaparkan oleh nara sumber. Setelah itu, ada sesi presentasi hasil penyusunan soal uji kompetensi oleh masing masing bidang peminatan Kesmas untuk kemudian ditelaah dan diberi masukan oleh narasumber. Luaran dari kegiatan ini yakni setiap dosen dapat membuat dan menyetorkan naskah soal uji kompetensi di akhir acara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dosen serta juga nantinya dapat meningkatkan kompetensi lulusan Jurusan Kesmas Unsoed **

Lulusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Unsoed Diharapkan Memiliki Banyak Kesempatan Untuk Bekerja di Luar Negeri

(fikes.unsoed.ac.id) Lowongan pekerjaan di luar negeri untuk lulusan sekolah keperawatan, yang akan mengisi kekurangan tenaga perawat di sejumlah rumah sakit di berbagai negara, merupakan salah satu peluang kerja yang perlu didorong dan disosialisasikan agar perawat Indonesia bisa memanfaatkan peluang tersebut dan mau bekerja di luar negeri.

Hal tersebut dipaparkan Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Kemudian Einstein berharap, bahwa perawat profesional lulusan Kelas Internasional Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mempunyai banyak kesempatan untuk bekerja di luar negeri.

Ketua Jurusan (Kajur), Keperawatan Fakultas Fikes Unsoed Mekar Dwi Anggraeni,M.Kep.,Ph.D. sehari-harinya dipanggil Mekar menjelaskan tanggal 2 September 2019 dimulai Kelas Internasional Prodi Keperawatan Fikes Unsoed.

Mekar menambahkan, bahwa tujuan kelas internasional yakni menciptakan tenaga ners profesional yang mampu memenuhi kebutuhan pasar global.

“Selain dibekali Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliah sehari-hari juga dibekali mata kuliah elektif Bahasa Jepang,” ujar Mekar.

Kemudian Mekar menyatakan bahwa kelas internasional ini, sebagai jawaban Fikes untuk mempersiapkan ners memasuki era industri 5.0.

Dekan Fikes Dr. Saryono SKp. MKes. yang mengilhami pembukaan kelas internasional prodi keperawatan menyatakan optimismenya akan keberhasilan kelas ini.

“Terlebih sudah disepakatinya pengiriman mahasiswa untuk magang /internship di Jepang selama satu tahun pada akhir program,” tandasnya.

Selanjutnya Saryono memaparkan bahwa di dalam proses pembelajaran, mahasiswa kelas internasional akan melakukan student exchange ke beberapa negara yang sudah siap menerima dan menjalin kerjasama seperti Malaysia, Thailand, Pilipina, Jepang, Korea, dan India.

Proses belajar di kelas internasional menurut Saryono mengedepankan student centered learning seperti problem based learning, case study, project based learning, small group discussion yang lebih dominan.

“Suasana kelas yang nyaman sudah disiapkan dan sangat menunjang proses pembelajaran,” ungkap Saryono.